Meskipun secara umum, sopir taksi di bangkok sangat bersahabat, bukan berarti tidak ada yang nakal. Perlakuan ini biasanya diterima para turis yang tidak naik di tempat pangkalan taksi resmi, salah satu contohnya adalah tidak mau memakai argometer. Untuk jarak dekat biasanya mereka menawarkan harga dua kali lipat dibandingkan memakai argo resmi. Kejadian-kejadian ini biasanya terjadi di jam-jam sibuk , seperti jam 4 hingga 6 sore, dimana banyak orang pulang kantor dan susah mendapatkan taksi. begitu juga di kala hujan deras, sulit mendaptkan taksi yang mau memakai argometer.
Salah satu tempat yang paling menjengkelkan dalam mencari taksi adalah Suan Lum Night Bazaar. Dalam beberapa kali saya kesana dan mencari taksi buat pulang, tidak ada taksi tidak mau pakai argo, dan harga yang ditawarkan bisa 3 kali lipat dari harga normal argo. Terlebih lagi , sopir taksi kebanyakan supir tembak dan rata-rata bicaranya juga kurang mengenakkan.
