Kalau di Indonesia, ada tiga besar hypermarket yang mendominasi, Carrefour, Hypermart dan Giant. Di luar tiga besar itu mungkin masih ada yang lain seperti Makro, Farmer Markets, dan lain lain. Di Thailand, terutama di Bangkok, hypermarket didominasi oleh perusahaan asal Inggris , Tesco Lotus…, kalau di Indoenesia yang ini belum ada yah…
. Mereka ada dimana-mana, mulai dari Bangkok hingga ke kota kota propinsi. Saingannya yang paling kuat adalah Carrefour, meskipun mulai berkembang cukup cepat, namun jumlah outlet Carrefour masih kalah dibandingkan Tesco Lotus, ada juga Makro dan Tops.
Ada yang menarik kalau kita berbelanja di hypermarket di negeri ini, yaitu jumlah security atau satpam yang bertugas di depan pintu masuk atau pun pintu keluar dekat kasir. Kalau di Indonesia, jumlah securitynya cukup banyak yang mengawasi setiap pembeli yang lalu lalang, bahkan kadang-kadang kita dibuat kesal dengan tingkahnya yang kadang over acting, apalagi kalau alarm pemantau berbunyi.
Di Thailand, tidak ada security yang berjaga di depan pintu atau kasir, mereka hanya standby di posisinya dan jumlahnya juga satu atau dua orang. Memang ada alarm pemantau untuk pencegahan, namun kalau kita sudah membayar di kasir dan alarm pemantau berbunyi, tidak ada sekuriti yang mendekat untuk memeriksa, kita dengan bebas pergi karena terlihat sudah membayar. Di Supermarket Tops lebih ekstrim lagi, tidak semua counter jualan mereka dikurung oleh ruangan dan kasir, ada counter yang terbuka, dan kalau gampang sekali kalau mau ada yang mencuri, tapi sepertinya aman-aman saja, karena sampai sekarang desainnya tidak diubah.
Apa korelasi jumlah sekuriti dengan keamanan? Para pengelola tentu sudha belajar dari pengalaman, jika jumlha pengaman tidak ketat, berarti selama ini kasus pencurian yang terjadi sangat rendah atau tidak ada.
Salam hangat…
