Jalan Jalan & Belanja Ke Bangkok Thailand Rotating Header Image

Transportasi di Bangkok

Masih cerita tentang taksi

Meskipun secara umum, sopir taksi di bangkok sangat bersahabat, bukan berarti tidak ada yang nakal. Perlakuan ini biasanya diterima para turis yang tidak naik di tempat pangkalan taksi resmi, salah satu contohnya adalah tidak mau memakai argometer. Untuk jarak dekat biasanya mereka menawarkan harga dua kali lipat dibandingkan memakai argo resmi. Kejadian-kejadian ini biasanya terjadi di jam-jam sibuk , seperti jam 4 hingga 6 sore, dimana banyak orang pulang kantor dan susah mendapatkan taksi. begitu juga di kala hujan deras, sulit mendaptkan taksi yang mau memakai argometer.

Salah satu tempat yang paling menjengkelkan dalam mencari taksi adalah Suan Lum Night Bazaar. Dalam beberapa kali saya kesana dan mencari taksi buat pulang, tidak ada taksi tidak mau pakai argo, dan harga yang ditawarkan bisa 3 kali lipat dari harga normal argo. Terlebih lagi , sopir taksi kebanyakan supir tembak dan rata-rata bicaranya juga kurang mengenakkan.

Lagi lagi tentang taksi di bangkok

Di bangkok, taksi merupakan kendaraan vital terutama bagi para turis. meskipun ada Skytrain dan Subway, tidak semua rute dilewati oleh angkutan massal anti macet tersebut. Secara umum, taksi di bangkok memakai mobil corolla altis, meskipun ada dalam jumah kecil yang memakai mitsubishi lacer, nissan sunny dan toyota innova. Dilihat dari merek mobil yang dipakai, secara umum taksi di bangkok nyaman untuk digunakan.

Bahan bakar gas yang digunakan membuat biaya naik taksi menjadi terjangkau. Tarif buka pintu 35 baht (Rp. 10 rb). dilanjutkan dengan tambahan 2 baht (Rp. 600) per kilometer. Jadi rata-rata ongkos yang dikeluarkan untuk taksi di dalam kota, tidak akan lebih dari 100 baht.

Apalagi ada karakteristik unik dari pengemudi taksi ini. Jika di jakarta banyak pengemudi taksi yang enggan untuk mengangkut penumpang jarak dekat, hal itu tidak berlaku di bangkok. Para sopir taksi lebih senang dengan penumpang jarak dekat 1- 3 km.  Semakin dekat, semakin baik, dan mereka lebih suka menunggu penumpang di pangkalan taksi, seperti di mall, hotel, atau apartemen. Ada memang alasan spesifik di balik itu. Dengan jarak dekat, paling tidak mereka bisa mengantongi 40 baht. Bisa kembali ke pangkalan untuk antri mendapatka pnumpang berikutnya. Irit bahan bakar, waktunya cepat dan tidak terkena macet.

Bandingkan dengan rute jarak jauh, sudah lama, macet, boros dan paling mahal argo yang didapatkan rata-rata 100 baht.

Jadi jangan ragu untuk naik taksi di bangkok, meskipun tujuan anda sangat dekat, sopir taksi dengan senang hati melayani anda.

Naik Taksi di Bangkok

Taksi adalah salah satu transportasi selain bangkok skytrain andalan di Bangkok bagi para pelancong. Dibandingkan dengan taksi di Jakarta atau kota lain di Indonesia, taksi di bangkok jauh lebih bagus, aman, nyaman dan lebih murah. Hampir semua taksi di bangkok adalah jenis toyota altis, meskipun kadang adapula jenis lainnya seperti Mitsubishi Lancer, atau satu dua ada juga yang jenis Kijang Innova atau Isuzu MU-7 (sekelas Isuz Panther). Berapa Tarif taksi disini, saat tulisan ini dibuat, tarif buka pintu adalah 35 baht (10 ribu rupiah), dan setelah itu akan naik dengan kelipatan 2 baht sesuai dengan jarak dan waktu. Kalau untuk jarak dekat, ongkos taksi rata-rata 50-80 baht, misalkan dari MBK ke daerah Silom. Untuk yang agak jauh misalkan dari MBK ke Chatucak, mungkin sekitar 100-baht-an lah ( 30 ribu rupiah), murah kan? Untuk pembulatan biasanya sekitar 5-10 baht, misalkan di argo tertulis 93 baht, maka kita bisa memberikan 100 baht . Untuk kenyamanan dan keamanan, naiklah taksi yang di tempat yang resmi atau ada tulisan taksi stand, kalau di mal atau tempat yang rame biasanya taksi ada satpam yang mengaturnya, kita tinggal menyebutkan tempat tujuan, dan sang satpam akan menginformasikan kepada sopir. Meskipun banyak kelebihannya, kekurangan tetap ada, pertama tidak semua sopir taksi yang kita stop mau mengantarkan ke tempat tujuannya, mungkin dengan beragam alasan, terlalu dekat, macet atau lagi jam tukar shift. Supir taksi di Bangkok biasanya bekerja dalam 2 atau 3 shift. Jam 15.00- 16.30, biasanya jam tuker shift dari siang ke malam, sehingga banyak sopir taksi yang tidak mau mengambil penumpang di waktu ini. Kedua, tidak semua supir taksi mau menggunakan argo meter, apalagi kalau mereka tahu kita orang asing yang tidak bisa berbahasa Thailand, biasanya mereka memberikan harga 100 baht untuk jarak dekat.

Kenapa ongkos taksi di bangkok demikian murah, padahal mobilnya lebih mahal dibandingkan di Jakarta? Rahasianya ternyata dari bahan bakar yang digunakan. Semua taksi di Bangkok menggunakan gas sebagai bahan baka, bisa elpiji atau NGV. Harga gas lebih murah seperempat kali dibandingkan dengan premium. Bila satu liter premium sekarang disini berharag sekitar 30-35 baht, makan dengan pemakaian untuk jarak yang sama, harga sekitar 8-10 baht.

Berapa setoran supir taksi sehari?… dengar dengar dari info yang tidak resmi nih.. 1000 -1500 baht per hari.

Foto : Taksi di Bangkok.

Cara Naik dan Peta Skytrain di Bangkok

Ada dua jenis transportasi massal yang terintegrasi di Bangkok. Yang pertama skytrain atau kereta api yang jalannya melayang di atas jalan raya, yang kedua kereta bawah tanah (subway) atau biasa yang disebut MRT, yang ketiga adalah transportasi air di sungai chao praya. Ketiga moda ini terintegrasi membentuk lingkaran (lihat gambar di atas) , sehingga anda bisa dengan gampang menuju lokasi2 yang menarik dan strategis di Bangkok. Di tulisan ini saya akan membahas skytrain dulu ya. Ada dua jalur skytrain, yang pertama Silom Line yang (warna hijau tua) menghubungkan Sapan Thaksin stasiun ke National Stadium. Sapan Thaksin merupakan stasiun paling ujung yang berada dipinggir sungai chao praya dan teintegrasi dengan angkutan sungai. National Stadium merupakan tempat paling ujung yang berada tepat di depan pusat perbelanjaan paling kondang di Bangkok MBK (Mahboonkrong). Di jalur ini beberapa tempat yang bisa disinggahi adalah Taman Lumpini dan Suanlum Night Bazaar dengan turun di stasiun Saladaeng. Jalur kedua adalah Sukhumvit Line (berwarna hijau muda) yang Menghubungkan Stasiun On Nut ke Mo Chit. Stasiun Mo Chit berada di depan Chatucak Weekend Market, yang juga merupakan surga belanja di Bangkok. Kedua jalur ini bersinggungan di Stasiun Siam, tepatnya di depan Siam Paragon, Mall high class yang amat populer di Bangkok yang di bawahnya ada wahana Siam Ocean World. Bagaimana cara menggunakan moda transportasi ini? Untuk lebih gampangnya dikasih contoh yang agak panjang misalkan anda dari stasiun Chong Nonsi (Silom Line) ingin menuju pasar chatuchak di Stasiun Mo Chit. Berarti kita menuju stasiun Siam dulu, ganti kereta ke stasiun Mo Chit. . Di stasiun Chong Nonsi kita membeli tiket dengan memasukkan koin ke dalam mesin penjual tiket. Jika tidak punya koin bisa ditukarkan di loket yang ada di stasiun. Sebelum memasukin koin, kita lihat dulu harga tiket ke stasiun Mo Chit di tabel yang tertera di atas mesin penjual kon. Harga tiket kereta bervariasi tergantung jarak, rata2 mulai dari 15 baht (Rp. 4500) untuk yang paling dekat hingga 60 baht (Rp. 18000) untuk yg paling jauh. Setelah memasukkan koin sesuai harga yang diminta (Jika lebih ada kembalian), anda akan mendapatkan tiket berupa kartu (serupa kartu pulsa isi ulang), kemudian menuju gerbang tempat kereta berhenti. Masukkan kartu di slot yang tersedia, setelah keluar ambil lagi, gerbang akan terbuka, setelah masuk, ada 4 tangga yang menunjukkan 4 stasiun yang berada di ujung kedua jalur ini yaitu Saphan Taksin, National Stadium, On Nut dan Mo Chit. Karena anda ingin ke Siam berarti pilih gerbang/tangga yag menuju ke national stadium, setelah masuk, anda sudah bisa menunggu kereta yang lewat tiap empat menit sekali. Tiba di stasiun Siam, segera turun untuk menuju jalur Sukhumvit line (tidak perlu bayar lagi, karena sudah sekalian). Ada 4 gerbang lagi seperti yang disebutkan di atas , pilih yang ke arah Mo Chit, tunggu kereta lewat, naik.. sampai deh di stasiun Mo Chit. Setelah sampai, gunakan lai kartu yang tadi untuk membuka gerbang keluar, masukkan ke slot seteah gerbang terbuka, silahkan terbuka, dan kartu tidak akan muncul lagi karena akan digunakan untuk tiket berikutnya. Semoga info ini berguna dan selamat mencoba. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi bangko skytrain web http://www.bts.co.th/en/index.asp .

Cara Aman dari Airport (Bandara) Bangkok Ke Tempat Tujuan

Mungkin bagi sebagian orang yang sudah terbiasa, memilih moda transportasi dari Airport atau bandara ke tempat tujuan bukanlah hal yang sulit. Tapi bagi sebagian lagi, apalagi yang masih pertama kali, mungkin masih sulit atau masih merasa khawatir, gimana ya nanti disana, kalau udah di bandara apa bisa nyampe di tempat tujuan dengan aman dan selamat. Nah bagi anda yang termasuk golongan kedua, jangan khawatir, di tulisan saya akan memberikan petunjuk bagaimana transportasi dari bandara. Welcome to Suvarnabhumi Airport ( dibaca : suwarnabum), begitu mungkin tulisan yang anda baca ketika baru memasuki bandara ini. Kalau Penerbangan dari Jakarta kurang lebih berlangsung selama 3,5 jam. Bandara yang berjarak kurang lebih 40 km dari pusat kota Bangkok ini baru beroperasi kurang lebih setahun, sebagai pengganti Bandara Don Muang. Setelah anda keluar dari pesawat silahkan berjalan menuju konter imigrasi untu pemeriksaan paspor, konter ini berjarak cukup jauh dari tempat turun dari pesawat, tapi jangan khawatir karena banyak petunjuk di sepanjang koridor. Setelah mengantri untuk pengecekan paspor di konter imigrasi dengan petugasnya yang ramah2, anda bisa langsung menuju tempat pengambilan bagasi yang berada di belakangnya. Begitu bagasi diambil, anda bisa langsung mencari moda transportasi yang diinginkan. Konter mungkinpertama yang terlihat adalah AOT Limousine, yang berwarna kuning, karena berada di dalam bandara, menyediakan taksi dari berbagai macam mobil, mulai dari sedan hingga minibus, yang paling murah adalah Isuzu MU7, sejenis Panther, sampai tulisan ini dibuat harganya sekitar 950 baht sekali jalan ke pusat kota Bangkok. Bagi anda yang datang dengan banyak barang dan lebih dari 3 orang, naik taksi ini mungkin pilihan bagus juga, karena ongkosnya bisa dibagi. Pilihan yang lebih murah lagi adalah naik Public Taxi ( Jenis Toyota Altis) yang tersedia di depan bandara, ikuti saja petunjuk public taxi. Lokasinya berada di depan pintu bandara, di pinggir jalan. Antri di konter untuk mendapatkan nomor antrian, jangan khawatir, disini tidak ada tarik2an dari supir taksi atau calo, semuanya mengantri dengan tertib, setelah dapat giliran anda, sebutkan tujuan/alamat ke petugas, dan anda dikasih tiket, naik deh ke tempat tujuan. Untuk antrian ini, anda dikenakan fee 50 baht (Jangan naik taksi di tempat yang tidak resmi, karena bisa berbahaya dan identitas taksi tidak tercatat). Dari bandara ke pusat kota lewat jalan tol yang mulus, bayar tolnya 65 baht, bisa langsung dikasih ke supir taksi ketika akan bayar tol, tapi biar gampang, siapkan dulu duitnya. Jika belum punya baht, di bandara banyak sekali Money Changer.Oh ya… satu lagi, jangan membawa duit rupiah ke Bangkok, karena hampir tidak ada Money Changer yang mau menerima rupiah, kalaupun ada harganya sangat murah bisa Rp. 500/baht ( normalnya Rp. 290/baht). Jadi tukarkan dulu rupiah dengan US dollar di tanah air, pernukaran uang akan lebih mudah. Kembali lagi ke ongkos tol, rata2 dari bandar ke pusat kota 350-400 baht plus fee bandara 50 baht, bisa dibayarkan ketika sampai di tempat tujuan. Cara ketiga bisa menggunakan public bus, dengan biaya 35 baht. Untuk mencapai terminal bus, ada shuttle bus yang disediakan di depan bandara. Bis ini melayanai rute dengan tujuan tertentu, bisa dilihat langsung terminal. Tapi untuk public bus tidak disarankan untuk anda yang belum mengenal kota bangkok. Cara berikutnya adalah dengan menggunakan Skytrain, mungkin ini lebih gampang dan praktis, namun pembangunan skytrain airport bangkok belum selesai, mungkin baru mulai bisa dipakai tahun 2009. Untuk info bisa kunjung www.airportthai.co.th