Jalan Jalan & Belanja Ke Bangkok Thailand Rotating Header Image

Skytrain

Cara Naik dan Peta Skytrain di Bangkok

Ada dua jenis transportasi massal yang terintegrasi di Bangkok. Yang pertama skytrain atau kereta api yang jalannya melayang di atas jalan raya, yang kedua kereta bawah tanah (subway) atau biasa yang disebut MRT, yang ketiga adalah transportasi air di sungai chao praya. Ketiga moda ini terintegrasi membentuk lingkaran (lihat gambar di atas) , sehingga anda bisa dengan gampang menuju lokasi2 yang menarik dan strategis di Bangkok. Di tulisan ini saya akan membahas skytrain dulu ya. Ada dua jalur skytrain, yang pertama Silom Line yang (warna hijau tua) menghubungkan Sapan Thaksin stasiun ke National Stadium. Sapan Thaksin merupakan stasiun paling ujung yang berada dipinggir sungai chao praya dan teintegrasi dengan angkutan sungai. National Stadium merupakan tempat paling ujung yang berada tepat di depan pusat perbelanjaan paling kondang di Bangkok MBK (Mahboonkrong). Di jalur ini beberapa tempat yang bisa disinggahi adalah Taman Lumpini dan Suanlum Night Bazaar dengan turun di stasiun Saladaeng. Jalur kedua adalah Sukhumvit Line (berwarna hijau muda) yang Menghubungkan Stasiun On Nut ke Mo Chit. Stasiun Mo Chit berada di depan Chatucak Weekend Market, yang juga merupakan surga belanja di Bangkok. Kedua jalur ini bersinggungan di Stasiun Siam, tepatnya di depan Siam Paragon, Mall high class yang amat populer di Bangkok yang di bawahnya ada wahana Siam Ocean World. Bagaimana cara menggunakan moda transportasi ini? Untuk lebih gampangnya dikasih contoh yang agak panjang misalkan anda dari stasiun Chong Nonsi (Silom Line) ingin menuju pasar chatuchak di Stasiun Mo Chit. Berarti kita menuju stasiun Siam dulu, ganti kereta ke stasiun Mo Chit. . Di stasiun Chong Nonsi kita membeli tiket dengan memasukkan koin ke dalam mesin penjual tiket. Jika tidak punya koin bisa ditukarkan di loket yang ada di stasiun. Sebelum memasukin koin, kita lihat dulu harga tiket ke stasiun Mo Chit di tabel yang tertera di atas mesin penjual kon. Harga tiket kereta bervariasi tergantung jarak, rata2 mulai dari 15 baht (Rp. 4500) untuk yang paling dekat hingga 60 baht (Rp. 18000) untuk yg paling jauh. Setelah memasukkan koin sesuai harga yang diminta (Jika lebih ada kembalian), anda akan mendapatkan tiket berupa kartu (serupa kartu pulsa isi ulang), kemudian menuju gerbang tempat kereta berhenti. Masukkan kartu di slot yang tersedia, setelah keluar ambil lagi, gerbang akan terbuka, setelah masuk, ada 4 tangga yang menunjukkan 4 stasiun yang berada di ujung kedua jalur ini yaitu Saphan Taksin, National Stadium, On Nut dan Mo Chit. Karena anda ingin ke Siam berarti pilih gerbang/tangga yag menuju ke national stadium, setelah masuk, anda sudah bisa menunggu kereta yang lewat tiap empat menit sekali. Tiba di stasiun Siam, segera turun untuk menuju jalur Sukhumvit line (tidak perlu bayar lagi, karena sudah sekalian). Ada 4 gerbang lagi seperti yang disebutkan di atas , pilih yang ke arah Mo Chit, tunggu kereta lewat, naik.. sampai deh di stasiun Mo Chit. Setelah sampai, gunakan lai kartu yang tadi untuk membuka gerbang keluar, masukkan ke slot seteah gerbang terbuka, silahkan terbuka, dan kartu tidak akan muncul lagi karena akan digunakan untuk tiket berikutnya. Semoga info ini berguna dan selamat mencoba. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi bangko skytrain web http://www.bts.co.th/en/index.asp .

Cara Aman dari Airport (Bandara) Bangkok Ke Tempat Tujuan

Mungkin bagi sebagian orang yang sudah terbiasa, memilih moda transportasi dari Airport atau bandara ke tempat tujuan bukanlah hal yang sulit. Tapi bagi sebagian lagi, apalagi yang masih pertama kali, mungkin masih sulit atau masih merasa khawatir, gimana ya nanti disana, kalau udah di bandara apa bisa nyampe di tempat tujuan dengan aman dan selamat. Nah bagi anda yang termasuk golongan kedua, jangan khawatir, di tulisan saya akan memberikan petunjuk bagaimana transportasi dari bandara. Welcome to Suvarnabhumi Airport ( dibaca : suwarnabum), begitu mungkin tulisan yang anda baca ketika baru memasuki bandara ini. Kalau Penerbangan dari Jakarta kurang lebih berlangsung selama 3,5 jam. Bandara yang berjarak kurang lebih 40 km dari pusat kota Bangkok ini baru beroperasi kurang lebih setahun, sebagai pengganti Bandara Don Muang. Setelah anda keluar dari pesawat silahkan berjalan menuju konter imigrasi untu pemeriksaan paspor, konter ini berjarak cukup jauh dari tempat turun dari pesawat, tapi jangan khawatir karena banyak petunjuk di sepanjang koridor. Setelah mengantri untuk pengecekan paspor di konter imigrasi dengan petugasnya yang ramah2, anda bisa langsung menuju tempat pengambilan bagasi yang berada di belakangnya. Begitu bagasi diambil, anda bisa langsung mencari moda transportasi yang diinginkan. Konter mungkinpertama yang terlihat adalah AOT Limousine, yang berwarna kuning, karena berada di dalam bandara, menyediakan taksi dari berbagai macam mobil, mulai dari sedan hingga minibus, yang paling murah adalah Isuzu MU7, sejenis Panther, sampai tulisan ini dibuat harganya sekitar 950 baht sekali jalan ke pusat kota Bangkok. Bagi anda yang datang dengan banyak barang dan lebih dari 3 orang, naik taksi ini mungkin pilihan bagus juga, karena ongkosnya bisa dibagi. Pilihan yang lebih murah lagi adalah naik Public Taxi ( Jenis Toyota Altis) yang tersedia di depan bandara, ikuti saja petunjuk public taxi. Lokasinya berada di depan pintu bandara, di pinggir jalan. Antri di konter untuk mendapatkan nomor antrian, jangan khawatir, disini tidak ada tarik2an dari supir taksi atau calo, semuanya mengantri dengan tertib, setelah dapat giliran anda, sebutkan tujuan/alamat ke petugas, dan anda dikasih tiket, naik deh ke tempat tujuan. Untuk antrian ini, anda dikenakan fee 50 baht (Jangan naik taksi di tempat yang tidak resmi, karena bisa berbahaya dan identitas taksi tidak tercatat). Dari bandara ke pusat kota lewat jalan tol yang mulus, bayar tolnya 65 baht, bisa langsung dikasih ke supir taksi ketika akan bayar tol, tapi biar gampang, siapkan dulu duitnya. Jika belum punya baht, di bandara banyak sekali Money Changer.Oh ya… satu lagi, jangan membawa duit rupiah ke Bangkok, karena hampir tidak ada Money Changer yang mau menerima rupiah, kalaupun ada harganya sangat murah bisa Rp. 500/baht ( normalnya Rp. 290/baht). Jadi tukarkan dulu rupiah dengan US dollar di tanah air, pernukaran uang akan lebih mudah. Kembali lagi ke ongkos tol, rata2 dari bandar ke pusat kota 350-400 baht plus fee bandara 50 baht, bisa dibayarkan ketika sampai di tempat tujuan. Cara ketiga bisa menggunakan public bus, dengan biaya 35 baht. Untuk mencapai terminal bus, ada shuttle bus yang disediakan di depan bandara. Bis ini melayanai rute dengan tujuan tertentu, bisa dilihat langsung terminal. Tapi untuk public bus tidak disarankan untuk anda yang belum mengenal kota bangkok. Cara berikutnya adalah dengan menggunakan Skytrain, mungkin ini lebih gampang dan praktis, namun pembangunan skytrain airport bangkok belum selesai, mungkin baru mulai bisa dipakai tahun 2009. Untuk info bisa kunjung www.airportthai.co.th

Panthip Plaza

Bagi para penggemar IT, komputer, atau barang2 elektronik lainnya, yang biasa berburu ke Glodok, maka Bangkok juga punya plaza yang khusus berjualan barang2 IT, komputer dan sejenisnya. Namanya Panthip Plaza, lokasinya terletak di Petchaburi Road, persis di sebelah Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok. Apa aja yang dijual disini, gak ada yang aneh deh, jika anda sudah pernah ke Glodok, Roxy, Cempaka Mas, atau tempat2 jualan2 komputer lainnya di Jakarta, isinya sama. Mulai dari komputer rakitan, built up, laptop, peripheral. RAM, hard disk, Monitor, Laptop dsb. Selain komputer juga ada kamera, dan sedikit counter HP. Jika anda membeli komputer bisa langsung diinstalkan OS-nya. Seperti di Indonesia, OS disini juga bukan original atau bajakan, orang thailand menyebutnya COPY CD. Berapa harga barang disini?, tidak jauh beda dari Indonesia, jadi sama aja, karena memang barang2 tsb juga impor dan bukan produksi di negeri mereka sendiri . Selain itu kalau membeli laptop atau komputer, di keyboardnya selain huruf latin ada huruf thailand juga. Oh ya…. untuk CD-CD bajakan (mereka menyebutnya copy) juga banyak disini, tapi harganya ya ampun..mahal banget 100 baht ( 30 rb rupiah), beda banget ya ama di Jkt, 30 rb udah dapat 5-8 CD kali. Untuk mencapai tempat ini anda bisa naik taksi, dan biasanya nih… supir taksi enggan untuk mengantar ke daerah ini karena macetnya cukup menjengkelkan meskipun di hari libur, karena di depannya ada komplek Pratunam dan Platinum, itu komplek pertokoan tekstil grosiran (tentang pratunam dan platinum akan saya bahas belakangan). Di hari libur banyak para pedagang kain datang kesini baik dari lokal ataupun mancanegara, sehingga jalanannya macet. Jika tidak menemukan supir taksi yang mau mengantar, bisa naik Skytrain dan turun di stasiun Ratchatewi, dari situ bisa jalan kaki kira2 300-400 meter.

Skytrain

Salah satu yang bisa dianggap sebagai kelebihan bangkok dari jakarta adalah transportasi massal, bangkok punya skytrain dan subway yang terintegrasi melintasi daerah-daerah stratgeis di tengah kota, keretanya aman, nyama dan tepat waktu. Saya lebih suka jalan2 keliling bangkok dengan transportasi ini dibandingkan denga taksi, taksi saya pakai jika ke daerah yang tidak dilewati skytrain dan subway.

Skytrain memang sangat nyaman. AC-nya dingin dan sangat bersih, tidak ada pedagang kaki lima di sepanjang stasiun, dan yang lebih penting lagi tepat waktu,sehingga orang-orang bisa merencanakan kegiatan dengan tenang. Skytrain juga hampir bebas copet dan todong, kita bisa lihat banyak turis2 yang dengan santainya mengalungkan kamera, handycam di lehernya, suatu kegiatan yang sangat riskan bisa dilakukan di jakarta.

Hmm.. membayangkan skytrian, membayangkan jakarta… mebayangkan tol jembatan tiga… yg skrg macetnya minta ampun… kapan jakarta bisa begini…,