Sebagai orang asing dan bekerja di kantor regional, tentu saja rekan kerja saya berasal dari berbagai negara. Emang sih yang paling banyak sehari-hari tentu berhubungan dengan rekan2 dari Thailand, sebagai negara tempat kantor regional ini berada. Namun, ada juga rekan2 dari negara lain, tiap hari ketika berangkat ke kantor, di van saya ada rekan dari Malaysia, India, Philipina dan Taiwan. Di kantor saya, ada rekan (bos) dari Jepang, Singapura, hingga Australia. Di tempat tinggal saya, lebih banyak lagi, ada rekan dari Afrika Selatan, Pakistan, hingga Argentina.
Enaknya, banyak teman dan mengenal berbagai budaya multi bangsa. Gak enaknya, kita harus beradaptasi dengan kultur/ budaya masing-masing bangsa. Saat meeting misalnya, orang thailand lebih cenderung memendam idenya untuk dituangkan kemudian, orang australia lebih cenderung suka mengemukakan di depan umum dan berpikir sangat jauh2 ke depan. Orang Jepang terkenal dengan workaholic-nya, kayaknya kerja menjadi prioritas nomor satu dan menjadi pride bagi mereka.
Orang
Indonesia?… he..he… udah tau ya, gak usah dijelasin. Yang jelas, kalau bagi saya sih, balance of live atau keseimbangan hidup sangat-sangat perlu. Kerja adalah kegiatan untuk mencari makan dan mendapat kesempatan untuk mengenal dan bergaul dengan orang lain. Jadi porsi untuk kerja,keluarga dan diri sendiri haruslah imbang. Nikmatilah hidup, bekerjalah hingga larut malam jika memang dibutuhkan, tapi jika bisa pulang on time, jangan mencari-cari kerja hingga bisa pulang larut malam. Banyak orang yang berasumsi, pulang lebih larut akan memberikan nilai tambah bagi kita di mata perusahaan, mungkin ada benarnya, tapi tidak selalu dengan cara itu kan?.. Orang yang pulang larut malam, belum tentu semuanya adalah pekerja keras, bisa jadi orang yang tidak efektif atau overloaded, sehingga waktu kerja normal tidak cukup baginya untuk menyelasaikan pekerjaan. Saya suka melihat orang2 eropa yang lebih
memilih kenyamana hidup, di eropa, jam 4 atau lima, semua toko2 sudah tutup, semua orang sudah pulang kerja dan menghabiskan waktu di bar atau kedai kopi. Beda dengan Amerika, jam 11 malam, kantor2 masih terang, masih bnayak orang yg ngendon di kantor untuk bekerja atau hanya sekedar menghabiskan waktu karena malas pulang cepat. Bagi saya, Tidak ada kata2 yang bisa melukiskan kebahagiaan dalam hidup saya jika bisa pulang on time, dan di pintu rumah disambut bidadari kecil saya, Arina, 4 thn, dan da bercerita tentang kegiatannya hari ini atau memamerkan barang baru yang baru dibelinya pada hari ini. Hilang semua penat dan capek yang mendera di kepala.
Begitulah keseimbangan hidup menurut prinsip saya. Bagaimana menurut anda?.
Keterangan Photo :
Atas : Rekan saya Reezam (kiri) dari Malaysia, dan Edwardo dari Australia. Tengah : Dinner dengan rekan2 dan Bos. Bawah : Dinner dengan rekan2 dari Thailan karena mereka baru dapat bonus.
Power of Dreams. Saya sangat suka dengan tagline Honda ini. Slogan ini mempunyai banyak makna yang luar biasa. Dan saya yakin tagline ini tidak muncul, begitu saja, dan itu diciptakan dari saripati spirit honda yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.