Jalan Jalan & Belanja Ke Bangkok Thailand Rotating Header Image

Pasar di Bangkok

Tesco Lotus : Penguasa Hypermarket di Bangkok

Kalau di Indonesia,  ada tiga besar  hypermarket yang mendominasi, Carrefour, Hypermart dan Giant. Di luar tiga besar itu mungkin masih ada yang lain seperti Makro, Farmer Markets, dan lain lain.  Di Thailand, terutama di Bangkok, hypermarket didominasi oleh perusahaan asal Inggris , Tesco Lotus…, kalau di Indoenesia yang ini belum ada yah… :) . Mereka ada dimana-mana, mulai dari Bangkok hingga ke kota kota propinsi. Saingannya yang paling kuat adalah Carrefour, meskipun mulai berkembang cukup cepat, namun jumlah outlet Carrefour masih kalah dibandingkan Tesco Lotus, ada juga Makro dan Tops.

Ada yang menarik kalau kita berbelanja di hypermarket di negeri ini, yaitu jumlah security atau satpam yang bertugas di depan pintu masuk atau pun pintu keluar dekat kasir. Kalau di Indonesia, jumlah securitynya cukup banyak yang mengawasi setiap pembeli yang lalu lalang, bahkan kadang-kadang kita dibuat kesal dengan tingkahnya yang kadang over acting, apalagi kalau alarm pemantau berbunyi.

Di Thailand, tidak ada security yang berjaga di depan pintu atau kasir, mereka hanya standby di posisinya dan jumlahnya juga satu atau dua orang.  Memang ada alarm pemantau untuk pencegahan, namun kalau kita sudah membayar di kasir dan alarm pemantau berbunyi, tidak ada sekuriti yang mendekat untuk memeriksa, kita dengan bebas pergi karena terlihat sudah membayar. Di Supermarket Tops lebih ekstrim lagi, tidak semua counter jualan mereka dikurung oleh ruangan dan kasir, ada counter yang terbuka, dan kalau gampang sekali kalau mau ada yang mencuri, tapi sepertinya aman-aman saja, karena sampai sekarang desainnya tidak diubah.

Apa korelasi jumlah sekuriti dengan keamanan? Para pengelola tentu sudha belajar dari pengalaman, jika jumlha pengaman tidak ketat, berarti selama ini kasus pencurian yang terjadi sangat rendah atau tidak ada.

Salam hangat…

Bertapa Dulu

Para rekan, pembaca, pencari informasi tentang bangkok, thailand dan sekitarnya. 

Sudah lama blog ini tidak terupdate, banyak pertanyaan dari para pembaca di kolom komentar yang belum terjawab. Mohon maaf untuk semua itu. Sekarang ini saya ingin menghilang sejenak dari hiruk pikuk dunia perblogan.

Emang ada kalanya kita berhenti sejenak di kala ide-ide mulai mampet, kreativitas menurun dan kebosanan mulai datang.

Dengan menyepi sejenak, diharapkan saya akan kembali lag menulis dengan ide baru dan memberikan info yang lebih baik lagi.

See you again……

Bangkok, Awal Maret 09.

Pattaya Thailand

Ke Thailand tanpa ke Pattaya? bagai makan sayur tanpa garam, Gitu kali ya ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana perlunya pattaya untuk dikunjungi jika berkunjung ke Thailand. Ya, pantai pattaya thailand ini sangat2 terkenal, dan setelah sekian lama tinggal di Thailand akhirnya minggu lalu saya berkesempatan juga pergi ke Pattaya. Kebetulan di minggu ini ada kunjungan dari teman saya di Malaysia Alex dan istrinya Bulan (Lex, nama elo udah gue sebut di blog ya). Alex yang seumuran dengan saya ini kalau ditulis nama lengkapnya Dr. Mohammed Ali Berawi, bekerja sebagai Senior Lecturer di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, dan selain ada juga kunjungan dari Danil, teman SMA dan teman kuliah saya dulu .Dalam rombongan juga ada rekan2 kerja saya di toyota, Pak Ferrul & Kel, Pak Andre & kel, dan sebenarnya keluarga Nuky juga mau bergabung, tapi berhubung si kecil Akhtar lagi kurang sehat di pagi itu, mereka batal berangkat (wah sayang ya ki..elo gak bisa gabung…lain kali yah)…

Di daerah pattaya dan sekitarnya sebenarnya banyal tempat wisata, antara lain sriracha Tiger Zoo, Elephant Village, Rose Garden, Kebun buah Supatra Land, dll. Namun dalam sehari jelas tidak mungkin mengunjungi semua tempat tersebut, akhirnya kita pilih Sriracha Tiger Zoo. Jam 7.30 dengan menggunakan dua shuttle van toyota hiace kita pun berangkat, sekitar dua jam perjalanan, sampailah di Sriracha Tiger Zoo ( cerita komplitnya nanti ya, saya mau cerita tentang pattaya dulu). Selesai dari Tiger Zoo, jam dua-an berangkat ke Pantai Pattaya dan sampai dalam waktu kurang lebih 30 menit. Ada Apa sih di Pattaya, kok sampai terkenal banget…. biasa aja sih… pantai berpasir di pinggir jalan yang lebar pantai ke jalan kira2 cuma sepuluh meter-an. Di sepanjang jalan banyak terdapat hotel-hotel dan tempat clubbing. Pattaya mungkin lebih terkenal karena kehidupan malamnya.. Ada apa lagi di pantai ini?… standard, ada jetski… mandi matahari.. dan kalau mau bisa menyewa boat untuk menyeberang ke pantai atau pulau yang di seberang.

Untuk naik jetski, tarifnya 800 baht per 30 menit, masuk pantainya sih gratis, tapi kalau mau duduk di kursi pantai, kena charge 30 baht per kursi untuk waktu tak terbatas. Yah gak jauh bedanya lah sama pantai2 di Indonesia. Setelah dua jam di Pattaya akhirnya kita kembali ke Bangkok… Bagaimana Pattaya? Pantainya so-so lah, mungkin masih lebih bagus anyer atau tanjung lesung, tapi ya itu tadi , belum ke Thailand kalau belum berkunjung ke Pattaya… :) .

Pattaya

Suanlum Night Bazaar

Suanlumm Night BazaarSatu lagi tempat yang dari dulu ingin saya kunjungi tapi baru kesampaian setelah lebih tiga bulan di Bangkok, yaitu Suanlum Night Bazaar. Entah kenapa baru sekarang saya sempat kesana, padahal tempat ini cuma berjarak 3-4 km dari kediaman saya di Oakwood City Residence. Akhirnya malam minggu lalu, saya dan dua rekan lain di Toyota yaitu Pak Andre, dan Pak Ferrul beserta seluruh keluarga pergi kesana. Dalam waktu kurang lebih lima belas menit, kami pun sudah sampai di Pasar Malam tersebut. Kesan pertama adaalah pasar yang bagus dan rapih, mirip PRJ Kemayoran kali ya, cuma gak ada bangunan besar kayak mal-nya. Semuanya kios-kios yang tertata rapi dan bersih. Ada beberapa blok kios, dan masing-masing blok mempunyai tema barang masing-masing, ada yang khusus blok jualan pakaian, aksesoris, ada pula blok khusus makanan. barang-barang yang dijual juga bagus2, bagus, banyak aksesoris khas thailand yang lucu-lucu dan cantik-cantik, baik seperti yang dijual di MBK atau chatucak. Selain itu ada foodcourt yang cukup luas dan ada hiburan live music-nya. Untuk taste makanan di foodcourt tidak ada yang istimewa, jadi bukan tempat yang bagus wisata kuliner. Mungkin di blok khusus makanan, rasanya lebih enak, karena di daerah tsb banyak restoran yang kelihatan dari luar enak2.

Sayang, saya belum sempat eksplorasi ke salah satu restoran tsb, mungkin di lain waktu. Jadi, kesimpulannya, Suanlum Night Bazaar, tempat yang bagus dan direkomendasikan untuk dikunjungi, apalagi bagi anda yang punya waktu yang singkat di Bangkok, tempat ini bisa menjadi alternatif untuk mencari oleh2 karena lokasinya berada di tengah kota. Pasar malam ini terletak di sebelah Lumpini Park dan bisa dicapai dengan skytrain , turun di stasiun Saladaeng, atau dengan MRT trun di stasiun Lumpini, atau dengan Taksi langsung menuju Suanlum Night Bazaar. Selamat Berkunjung.

Ternyata Ada Juga Copet di Bangkok

Di tulisan sebelumnya saya pernah bercerita bahwa bangkok adalah kota yang aman. Ya, itu memang betul jika dibandingkan relatif dengan Jakarta. Tapi jangan sampai terlena dengan symtomp ini, di negara yang paling ama sekalupun tetap aja ada orang jahatnya. Jadi kita tetap harus waspada dan tidak boleh lengah. Beberapa hari yang lalu saya mendapat cerita dua kejadian yang menimpa orang asing di apartemen saya, dan kedua kejadian berlangsung di Hipermarket Tesco Lotus.Yang Pertama, istri dari seorang rekan Indonesia, dompetnya hilang dicopet ketika belanja disana. Ya, sang ibu lagi lengah karena sibuk mengurus anak2nya, rupanya kesempatan itu dimanfaatkan oleh si copet. Yang kedua , ada orang australia, dia dipepet oleh lima orang ketika berbelanja, dompetnya melayang dan kartu kreditnya dikuras, dan kejadian terakhir ada orang dari Malaysia yang dirampok di taksi ketika pulang dari bandara di tengah malam hari, ia dirampok ketika menggunakan taksi murah dan tidak pada tempatnya. Jadi tetap berhatilah2, jaga barang2 berharga milik anda, walaupun katanya kota Bangkok termasuk relatif aman.