Jalan Jalan & Belanja Ke Bangkok Thailand Rotating Header Image

Opini Saya

Aku (Tidak) Takut Naik Pesawat?

Di masa kecilku dulu,naik pesawat terbang merupakan impian semua anak-anak di lingkunganku. Maklum, di jaman itu, tidak semua orang bisa naik pesawat terbang karena biayanya yang super mahal. Naik pesawat adalah sebuah kemewahan dan sebuah kebanggaan. Bahkan tanda bagasi yang ada di koper bisa tidak dicopot2, sebagai tanda sang empunya pernah naik pesawat.

Sekarang, dengan menjamurnya penerbangan murah, semua orang bisa naik pesawat, mulai dari orang kaya hingga mahasiswa yg hidup pas2an. Mungkin sekarang sudah jarang orang yang bersedia naik bis non AC selama tiga hari tiga malam, seperti rutinitasku dulu ketika pulang kampung dari Magelang-Payakumbuh atau Rute Bandung Payakumbuh. Bis ALS atau Gumarang Jaya non AC bangku 2-3 yang penuh sesak dengn penumpang dan barang, dan kadang2 masih ditambah pula dengan penumpang gelap di tengah jalan dan dudukdi kursi plastik di bagian tengah.Huuh… aku gak bisa ngebayangin deh, kalau saat ini kembali ke jaman itu.

Apakah semua sudah OK? Nah disini masalah baru mulai muncul, Aku kok sekarang merasa phobia ya naik pesawat. Setiap kali mau bepergian kok selalu ada rasa was-was apakah bisa sampai dengan selamat. Membayangkan besi seberat ribuan ton bisa mengambang di udara, kok bisa. He….he…. kadang kadang sepertinya berlebihan, padahal aku lulusan teknik mesin yang dulu sering megutak2 mekanika fluida yang menjelaskan bagaimana sebuah pesawat bisa mengambang diudara.

Istriku bilang, mungkin ini karena faktor umur yang bertambah, hingga secara psikologinya juga beda, selain itu, mungkin juga karena sering nonton Aircrash Investigation di Discovery Channel. Gak taulah benar apa tidak…..

Apakah phobia inijuga dipengaruhi oleh jenis maskapai yang ditumpangi? Dulu iya, aku merasa lebih safe naik Singapore Airlines (SQ) daripada Air Asia, tapi rasa safe ini jadi hilang karena beberapa waktu lalu aku punya pengalaman buruk terbang dengan SQ, ketika akan mendarat di Changi , tiba2 pilot membatalkan landing, dan langsung mengubah arah dan kecepatan untuk mengudara kembali, wah benar2 deh..pengalaman yg tidak terlupakan.

Jadi Sekarang. Aku (Tidak) Takut Naik Pesawat Terbang :) .

Bangkok, Tahun Baru 2009.

Refleksi Akhir Tahun 2008.

Udah gak terasa tahun 2008 hampir segera usai. Pengunjung “blog yang mulai diseriusin ditulis mulai dari 7 bulan lalu” sudah menembus angka lebih dari 5000 orang. Untuk blog yang cuma mengandalkan SEO murni tanpa ada “link-link” an, jumlah ini termasuk cukup lumayan.

Ke depannya, di tahun 2009, blog ini mungkin tidak hanya bercerita tentang bangkok dan thailand saja, akan ada pendapat, opini, dan cerita2 ringan untuk berbagai topik yang hangat dan ringan. Sebetulnya sudah direncanakan dari beberapa bulan yang lalu sejak saya mengganti tampilan “blog” ini. Namun lagi2 untuk kepentingan SEO, headline blog ini tetap berjudul jalan2 dan belanja ke Bangkok Thailand, karena kebanyakan kata kunci yang membawa pengunjung datang dari Search Engine dari kata2 di atas.

By the way on busway…. Sudah lama blog ini tidak diupdate. Yah…di akhir tahun ini kesibukan saya cukup lumayan, dan tentu saja karena saya ingin “refreshing”, menjauhkan diri dari layar komputer karena dalam kegiatan sehari2 hampir setengah waktu saya dihabiskan di depan layar LCD ini.

Di akhir kata..

Selamat Tahun Baru Hijiriah 1430.

Selamat Tahun Baru 2009.