Para rekan, pembaca, pencari informasi tentang bangkok, thailand dan sekitarnya.
Sudah lama blog ini tidak terupdate, banyak pertanyaan dari para pembaca di kolom komentar yang belum terjawab. Mohon maaf untuk semua itu. Sekarang ini saya ingin menghilang sejenak dari hiruk pikuk dunia perblogan.
Emang ada kalanya kita berhenti sejenak di kala ide-ide mulai mampet, kreativitas menurun dan kebosanan mulai datang.
Dengan menyepi sejenak, diharapkan saya akan kembali lag menulis dengan ide baru dan memberikan info yang lebih baik lagi.
See you again……
Bangkok, Awal Maret 09.
Bagi anda penggemar makanan yang dibakar alias dipanggang, Bangkok merupakan salah satu tujuan yang mungkin pas. Banyak sekali penggemar makanan bakar di sini, mulai dari ikan, ayam, daging, hingga seafood seperti udang, kepiting, cumi dan rajungan. Umumnya pedagang makanan panggang disini menjual memakai gerobak seperti tukang bakso atau sate di Indonesia. Banyak juga dari mereka mangkal di pinggir jalan, dan tiap waktunya makan siang, pasti ludes diserbu para pembeli. Mengenai rasa untuk makanan jalanan ini cukup enak lah…. beda dengan ayam panggang di restoran padang atau sate ayam madura yang penuh dengan bumbu, ikan bakar di bangkok bumbunya sangat sederhana, cukup ditaburi dengan garam saja, terus dipanggang, tapi tidak berarti rasanya kurang maknyuss….. meskipun cuma pakai garam rasanya nendang juga dan mantap untuk seporsi makan siang. Cuma yang namanaya makanan pinggir jalan ya… bagi yang sangat mementingkan kehigienisan…ya nggak masuk… tapi sekali2 bolehlah… khobkhun kap…..
Satu lagi tempat yang dari dulu ingin saya kunjungi tapi baru kesampaian setelah lebih tiga bulan di Bangkok, yaitu Suanlum Night Bazaar. Entah kenapa baru sekarang saya sempat kesana, padahal tempat ini cuma berjarak 3-4 km dari kediaman saya di Oakwood City Residence. Akhirnya malam minggu lalu, saya dan dua rekan lain di Toyota yaitu Pak Andre, dan Pak Ferrul beserta seluruh keluarga pergi kesana. Dalam waktu kurang lebih lima belas menit, kami pun sudah sampai di Pasar Malam tersebut. Kesan pertama adaalah pasar yang bagus dan rapih, mirip PRJ Kemayoran kali ya, cuma gak ada bangunan besar kayak mal-nya. Semuanya kios-kios yang tertata rapi dan bersih. Ada beberapa blok kios, dan masing-masing blok mempunyai tema barang masing-masing, ada yang khusus blok jualan pakaian, aksesoris, ada pula blok khusus makanan. barang-barang yang dijual juga bagus2, bagus, banyak aksesoris khas thailand yang
lucu-lucu dan cantik-cantik, baik seperti yang dijual di MBK atau chatucak. Selain itu ada foodcourt yang cukup luas dan ada hiburan live music-nya. Untuk taste makanan di foodcourt tidak ada yang istimewa, jadi bukan tempat yang bagus wisata kuliner. Mungkin di blok khusus makanan, rasanya lebih enak, karena di daerah tsb banyak restoran yang kelihatan dari luar enak2.
Sayang, saya belum sempat eksplorasi ke salah satu restoran tsb, mungkin di lain waktu. Jadi, kesimpulannya, Suanlum Night Bazaar, tempat yang bagus dan direkomendasikan untuk dikunjungi, apalagi bagi anda yang punya waktu yang singkat di Bangkok, tempat ini bisa menjadi alternatif untuk mencari oleh2 karena lokasinya berada di tengah kota. Pasar malam ini terletak di sebelah Lumpini Park dan bisa dicapai dengan skytrain , turun di stasiun Saladaeng, atau dengan MRT trun di stasiun Lumpini, atau dengan Taksi langsung menuju Suanlum Night Bazaar. Selamat Berkunjung.
Ditulisan sebelumnya, saya mengulas bahwa minuman di Thailand tidak bersahabat untuk orang yang punya penyakit radang tenggorokan, ternyata tidak hanya itu, masakan Thailand terutama sambel dan yang berkuah juga tidak bersahabat dengan orang yang punya penyakit maag. Semua sambel dan masakan yang berkuah mulai dari sayuran, sup, to myam, dll… penuh dengan asam dan rasanya yang sangat pedas.Saya gak tau berapa banyak asam yang dibutuhkan untk membuat satu mangkok tom yam atau sup buntut, berapa biji cabe yang dimasukkan untuk semangkuk sayur. Sebenarnya enak2 aja sih… pedas2 asamnya memang bisa menggugah selera makan, tapi bagi yang punya sakit maag jangan coba2 deh, kalaupun ingin coba jangan banyak2 dan sering2, karena benar2 ampuh untuk membuat maag anda kambuh. Ini sempat terjadi pada saya, karena keenakan makan tom yam di kantin setiap hari, sebulan kemudian maag saya kambuh. terpaksa deh pergi ke dokter, dan ketika konsultasi dengan dokter, saya lupa mencari istilah “sakit maag” dalam bahasa inggris, dikira maag itu bahasa inggris, ternyata bahasa belanda ya, setelah menerangkan panjang lebar..oh baru tahu.. sakit maag dalam bahas inggris namanya gastritic. Jadi bagi para penderita maag, hari-hati dengan makanan di Bangkok.
Di karawaci dulu tempat saya tinggal, ada sebuah warung yang menjual nasi kebuli. Biasanya di tiap hari sabtu dan minggu saya suka membeli nasi kebuli ini untuksarapan pagi, dan rasanya memang maknyuss… apalagi yang rasa kambing…benar-benar mantap di lidah. Penjual Nasi kebuli ini berasal dari Pattani, Thailand dan sekarang sudah menetap di Indonesia. Saya heran juga, bukannya nasi kebuli ini asalnya dari Arab ya? Namun pertanyaan itu saya simpan dalam hati.
Dan disini pertanyaan itu terjawab, di kalangan komunitas masyarakat muslim di Thailand nasi kebuli merupakan salah satu menu favorit dan andalan mereka, jika anda pergi ke restoran muslim, umumnya mereka pasti punya menu ini, dan seperti durian monthong yang asli indonesia tapi sudah jadi punya thailand, nasi kebuli yang punya arab pun sudah jadi menu khasnya Thailand.
Rasanya? jangan ditanya, nasi kebuli made in thailand ini ternyata lebih makknyusss dibandingkan dengan yang saya punya di karawaci, rasa kambingnya nendang banget… belum lagi sambelllnya… muuuaannnteeeppp tenan. Tapi dari beberapa kali wisata kuliner yang saya jalanin, tidak semua restoran nasi kebuli yang enak, salah satu tempat yang enak adalah di foodcourt siam paragon , namun porsinya sedikit dan agak mahal,saya juga pernah mencoba di chatuchak weekend market, wah kalau yang disini gak enak dan mahal. Ada satu tempat favorit saya di daerah Bangplee dekta kantor lama saya, biasanya setiap jumat abis sholat jumat, saya melakukan makan siang disini.