Satu lagi tempat yang dari dulu ingin saya kunjungi tapi baru kesampaian setelah lebih tiga bulan di Bangkok, yaitu Suanlum Night Bazaar. Entah kenapa baru sekarang saya sempat kesana, padahal tempat ini cuma berjarak 3-4 km dari kediaman saya di Oakwood City Residence. Akhirnya malam minggu lalu, saya dan dua rekan lain di Toyota yaitu Pak Andre, dan Pak Ferrul beserta seluruh keluarga pergi kesana. Dalam waktu kurang lebih lima belas menit, kami pun sudah sampai di Pasar Malam tersebut. Kesan pertama adaalah pasar yang bagus dan rapih, mirip PRJ Kemayoran kali ya, cuma gak ada bangunan besar kayak mal-nya. Semuanya kios-kios yang tertata rapi dan bersih. Ada beberapa blok kios, dan masing-masing blok mempunyai tema barang masing-masing, ada yang khusus blok jualan pakaian, aksesoris, ada pula blok khusus makanan. barang-barang yang dijual juga bagus2, bagus, banyak aksesoris khas thailand yang
lucu-lucu dan cantik-cantik, baik seperti yang dijual di MBK atau chatucak. Selain itu ada foodcourt yang cukup luas dan ada hiburan live music-nya. Untuk taste makanan di foodcourt tidak ada yang istimewa, jadi bukan tempat yang bagus wisata kuliner. Mungkin di blok khusus makanan, rasanya lebih enak, karena di daerah tsb banyak restoran yang kelihatan dari luar enak2.
Sayang, saya belum sempat eksplorasi ke salah satu restoran tsb, mungkin di lain waktu. Jadi, kesimpulannya, Suanlum Night Bazaar, tempat yang bagus dan direkomendasikan untuk dikunjungi, apalagi bagi anda yang punya waktu yang singkat di Bangkok, tempat ini bisa menjadi alternatif untuk mencari oleh2 karena lokasinya berada di tengah kota. Pasar malam ini terletak di sebelah Lumpini Park dan bisa dicapai dengan skytrain , turun di stasiun Saladaeng, atau dengan MRT trun di stasiun Lumpini, atau dengan Taksi langsung menuju Suanlum Night Bazaar. Selamat Berkunjung.
Ditulisan sebelumnya, saya mengulas bahwa minuman di Thailand tidak bersahabat untuk orang yang punya penyakit radang tenggorokan, ternyata tidak hanya itu, masakan Thailand terutama sambel dan yang berkuah juga tidak bersahabat dengan orang yang punya penyakit maag. Semua sambel dan masakan yang berkuah mulai dari sayuran, sup, to myam, dll… penuh dengan asam dan rasanya yang sangat pedas.Saya gak tau berapa banyak asam yang dibutuhkan untk membuat satu mangkok tom yam atau sup buntut, berapa biji cabe yang dimasukkan untuk semangkuk sayur. Sebenarnya enak2 aja sih… pedas2 asamnya memang bisa menggugah selera makan, tapi bagi yang punya sakit maag jangan coba2 deh, kalaupun ingin coba jangan banyak2 dan sering2, karena benar2 ampuh untuk membuat maag anda kambuh. Ini sempat terjadi pada saya, karena keenakan makan tom yam di kantin setiap hari, sebulan kemudian maag saya kambuh. terpaksa deh pergi ke dokter, dan ketika konsultasi dengan dokter, saya lupa mencari istilah “sakit maag” dalam bahasa inggris, dikira maag itu bahasa inggris, ternyata bahasa belanda ya, setelah menerangkan panjang lebar..oh baru tahu.. sakit maag dalam bahas inggris namanya gastritic. Jadi bagi para penderita maag, hari-hati dengan makanan di Bangkok.
Di karawaci dulu tempat saya tinggal, ada sebuah warung yang menjual nasi kebuli. Biasanya di tiap hari sabtu dan minggu saya suka membeli nasi kebuli ini untuksarapan pagi, dan rasanya memang maknyuss… apalagi yang rasa kambing…benar-benar mantap di lidah. Penjual Nasi kebuli ini berasal dari Pattani, Thailand dan sekarang sudah menetap di Indonesia. Saya heran juga, bukannya nasi kebuli ini asalnya dari Arab ya? Namun pertanyaan itu saya simpan dalam hati.
Dan disini pertanyaan itu terjawab, di kalangan komunitas masyarakat muslim di Thailand nasi kebuli merupakan salah satu menu favorit dan andalan mereka, jika anda pergi ke restoran muslim, umumnya mereka pasti punya menu ini, dan seperti durian monthong yang asli indonesia tapi sudah jadi punya thailand, nasi kebuli yang punya arab pun sudah jadi menu khasnya Thailand.
Rasanya? jangan ditanya, nasi kebuli made in thailand ini ternyata lebih makknyusss dibandingkan dengan yang saya punya di karawaci, rasa kambingnya nendang banget… belum lagi sambelllnya… muuuaannnteeeppp tenan. Tapi dari beberapa kali wisata kuliner yang saya jalanin, tidak semua restoran nasi kebuli yang enak, salah satu tempat yang enak adalah di foodcourt siam paragon , namun porsinya sedikit dan agak mahal,saya juga pernah mencoba di chatuchak weekend market, wah kalau yang disini gak enak dan mahal. Ada satu tempat favorit saya di daerah Bangplee dekta kantor lama saya, biasanya setiap jumat abis sholat jumat, saya melakukan makan siang disini.
Anda rentan atau punya masalah dengan radang tenggorokan? Hati-hati jika anda berada di Thailand, ya, saya juga mengidap masalah itu. Salah satu biang keladi penyebab radang tenggorokan adalah jika minum minuman dingin. Di Budaya Thailand, rasanya tidak maknyuss atau tidak afdol jika minum tidak pakai essss. Coba aja anda ke tempat makan mulai dari pinggir jalan hingga di mall, minuman yang disajikan pasti full of ice. Saya sendiri jadi bingung, ini orang2 gak pada kena radang tenggorakan kan apa ya, melihat satu gelas gede air atau teh atau sirup atau minuman bersoda, pasti selalu penuh dengan es menjulang.
Di kantin di kantor saya, tempat air minum merupakan sebuah mesin pendingin raksasa, yang airnya dingin memdekati titik beku, dan itu belum cukup, di sampingnya terdapat sebuah kotak besar yang penuh dengan balok-balik es. Saya pernah coba tanya ke teman2 disini, mereka bilang itu memang sudah biasa, seperti orang jawa kalau makan tanpa kerupuk gak afdol, atau orang sunda makan tanpa lalap kurang maknyuss…. dan tidak peduli, baik di daerah panas atau dingin, semunya FULL OF ICE.
Durian Monthong…siapa sih yang gak kenal..dan siapa sih yang gak ngiler…. Di Jakarta saja tiap sabtu minggu saya selalu mengintip iklan di koran apakah ada sale durian monthong di carrefour atau hypermart. Memang jika dibeli pas lagi gak sale, cukup berat di kantong, tapi gimana lagi..emang top banget ya nggak….dagingnya tebal dan rasanya manis banget.
Berhubung lagi berada di negeri pengekspor durian monthong nih… saya mencoba berburu durian monthong di Bangkok. Di pasar tradisional seperti yg saya ceritakan sebelumnya, ada penjual durian yang duriannya selalu mengundang saya untuk mencicipinya. Harganya cukup murah sih jika dibandingkan di Indo, rata2 40 baht per kilo atau kira2 12ribu rupiah. Mahal gak sih?… gak kan ya… kalau di carrefour harga durian monthong rata 30rribu…kalau lagi diskok paling banter 19rb. Coba deh lihat gambarnya di atas, gimana maknyusss kan?…. Nah kalau di indonesia orang lebih suka mencari durian yang matang, disini tidak, mereka lebih suka durian yang hampir matang… jadi dagingnya masih agak2 keras gitu….. Untuk durian yang udah matang, harganya akan turun dan lebih murah…..
Pada tau gak sih… durian dalam bahasaThailand disebut apa? ya tetap durian, karena ternyata pemirsa,
durian itu bukan asli buah2an dari Thailand. Konon katanya dulu, Durian dibawa dari Indonesia dan dicoba dtanam di Thailand, dan hebatnya lagi mereka melakukan riset untuk mencari produk durian yang unggul, dan akhirnya lahirlah durian monthong ini dan kembali di ekspor ke negara asalnay indonesia dengan harga yang sangat mahal. Yah begitulah pemirsa…..