Jalan Jalan & Belanja Ke Bangkok Thailand Rotating Header Image

Budaya

Bertapa Dulu

Para rekan, pembaca, pencari informasi tentang bangkok, thailand dan sekitarnya. 

Sudah lama blog ini tidak terupdate, banyak pertanyaan dari para pembaca di kolom komentar yang belum terjawab. Mohon maaf untuk semua itu. Sekarang ini saya ingin menghilang sejenak dari hiruk pikuk dunia perblogan.

Emang ada kalanya kita berhenti sejenak di kala ide-ide mulai mampet, kreativitas menurun dan kebosanan mulai datang.

Dengan menyepi sejenak, diharapkan saya akan kembali lag menulis dengan ide baru dan memberikan info yang lebih baik lagi.

See you again……

Bangkok, Awal Maret 09.

Belajar Bahasa Thailand

Salah satu cara yang paling gampang untuk survive di negeri orang, ya dengan belajar bahasa penduduk setempat. Begitu juga di Bangkok, mengerti bahasa Thailand akan mebuat hidup jauh lebih mudah. Meskipun Bangkok kota turis, tidak semua penduduknya bisa bahasa inggris. Apakah mudah belajar dalam bahasa thailand mudah? dalam tulisan saya sebelumnya tentang bahasa thailand disebutkan bahasanya susah juga. Memang susah sih, pertama, tulisannya bukan dalam huruf latin, kedua, pengucapan yang tergantung intonasi, ada panjang pendek. Kata orang sih mirip sama bahasa mandarin atau bahasa arab. Jadi bagi anda yang sudah mahir dengan kedua bahasa itu mungkin lebih mudah.  Namun ada sedikit kemudahan, bahasa thailand mirip dengan bahasa indonesia dalam tata susunan kalimatnya, tidak seperti bahasa inggris yang dibalik, maupun dalam struktur waktu, tidak ada past, present, dan future. Berikut beberapa bahasa basic yang mungkin berguna jika anda berkunjung kesini :

1. Sawaddi Kab/Kha = Salam

Sawaddi Kab/Kha merupakan salam jika bertemu seseorang dan tidak bergantung pada waktu. Bisa berarti selamat pagi, siang,sore atau malam. Menurut saya sawaddi kab/kha, seperti Assalamualaikum wr.wb. Kab diucapkan laki2 dan Kha untuk perempuan.

2. Khob Khun Kab/Kha = Terima Kasih

3. Khun = Bapak/Ibu, digunakan untuk memanggil nama depan orang dengan sopan, seperi Pak Suchai=Khun Suchai

4. Phi/Nong = Kakak/Adik

5. Sabai dii Mai = Apa kabar, arti harfiahnya sabai (senang) dii (bagus) mai (gak)?

6. Khotob kha/kab = permisi/maaf (excuse me)

7.  Yin dii tii dai ruu jak = senang bertemu anda

8. Mai Ao = tidak mau

9. Arai = Apa? (Ada apa)

10. Thao Arai = Berapa (harga) –> untuk berbelanja

11. Angka : 1 = neng , 2 = song , 3 = sam, 4= si, 5=ha, 6=ho, 7 = ced, 8 = ped, 9 = kao, 10 =sib, 11=sib ed, 12= sib song, 13=sib sam, 20 = yii sib, 21=yii sib ed, 22 = yii sib song, 30=sam sib, 31=sam sib ed,32=sam sib song, 100=neung roi, 200=song roi,1000=neng phan, 10.000=neng meun, begitu seterusnya.

OK, untuk sementara sekian dulu, dalam tulisan berikutnya akan dibahas bahasa untuk tawar menawar jika anda berbelanja.

Do and Don’t in Thailand

Sebagaimana di negeri kita, di negeri Thailand tentu juga punya budaya dan kebiasaan yang harus di hormati. Agar terhindar dari masalah, tentu saja selama kita berada dalam kunjungan disini harus menghormati budaya dan adat istiadat mereka, sebagaimana pepatah, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Sebagaimana negeri yang berada di belahan timur, sebenarnya budaya Thailand tidak jauh berbeda dengan negara kita. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dan dihromati  selama berada di Thailand agar terhindar dari masalah. Pertama, Patung Budha. Budha merupakan agama mayoritas di Thailand, adn simbol tuhannya adalah patung budha. Patung ini selalu dihormati dan berada di tempat yang tinggi. Kedua, Raja. Raja Thailand dan keluarganya sangat dihormati rakyatnya, di jalan2 dan di gedung banyak sekali ditemui foto2 raja dan ratu. Melakukan tindakan yang dianggap melecehkan keluarga kerajaan bisa dianggap sebagai tindakan kriminal. Ketiga, Biksu, bagi masyarakat thailand, biksu merupakan penghubung antara manusia dan sang budha, jadi kedudukan mereka sedikit lebih tinggi. Keempat, Bendera dan lagu kebangsaan, di kantor2 baik pemerintahan ataupun swasta, di sekolah dan di tempat umum lainnya, tiap pagi jam delapan ada proses penaikan bendera, ketika ada kativitas ini semua kegiatan harus dihentikan dan menghadap ke bendera, baik yang sedang berjalan, ngobrol atau aktivitas lainnya. Kelima, hal-hal yang berkaitan dengan kontak fisik, sama dengan indonesia, kepala merupakan benda yang sakral, jadi tidak boleh dipegang. Begitu juga kaki, mengangkat telapak kaki terlalu tinggi dan menghadap ke muka orang merupakan tindakan yang kurang sopan. Menunjuk dengan kaki juga sangat tidak sopan, sama kan dengan Indonesia. Berikutnya aturan tangan, sama lagi, tangan kanan dianggap lebih bagus dan lebih sopan, jadi kalau memberi atau menerima sesuatu, gunakanlah tangan kanan. Begitulah beberapa nilai dan budaya masyarakat thailand. Semoga bisa menjadi panduan ketika anda berkunjung ke negara ini.

Photo : Sedang berdoa memohon berkat dar sang budha melaui biksu.

Ternyata Macet di Bangkok Masih Biasa

Jalan di BangkokBeberapa tahun yang lalu, saya pernah mendengar di TV atau membaca di koran, kalau Bangkok adalah kota yang lalu lintasnya paling macet dan terpolusi di dunia bersama Mexico. Tapi itu dulu boooo….. Sekarang?…. Masih macet sih… cuman… cuma… lagi lagi kalau dibandingin ama Jakarta, ibukota kita yang sangat kita cintai…. kemacetan di Bangkok masih dalam skala yang wajar bagi kota-kota besar di dunia. Kemacetan di Bangkok hanya berputar di pusat kota… terutama daerah sukhumvit dari pagi dan sore hari, ada sih sedikit imbasnya ke dalam tol, tapi masih dalam tahap rame lancar. Jika pun macet, kita masih bisa memperkirakan berapa jauh macetnya, dan bagi yang males bermacet2 ria karena capek atau mahal di bensin ( disini skrg harga bensin seliter kira 39 baht = 12 ribu rupiah) bisa memilih angkutan massal seperti skytrain (kereta gantung) atau MRT (kereta bawah tanah). Di Jakarta bo… gile… dulu saya tiap pagi rute saya dari rumah… karawaci… sunter…. lewat tol tangerang, dan ancol… menu santapan sehari2 adalah macet meruya tomang.. kurang lebih 6 km… skrg gak tau.. masih segitu panjangnya apa udah nambah….. lepas dari tomang ke sunter udah lancar…lewat tol loh ya…. rute 40 km biasanya saya tuntaskan dalam waktu 1,5 jam dengan naik bis umum, kalau pulangnya kadang2 sedikit berdoa, agar tidak kena macet di Grogol di depan Citra Land, kalau gak macet nih dan dapet tebengan, dalam 1 jam sudah sampai di rumah…Lagi2 itu dulu….. Sejak terjadi kebakaran di bawah tol jembatan tiga…. rute pulang sunter karawaci serasa rute neraka. Kemacetan panjang sudah tersaa sejak dari ancol… apalagi kalau mau weekend…. bisa macet dari sunter pas masuk tol. Sunter Karawaci bisa ditempuh dengan 3 jam, atau kalau macet lagi gila2nya bisa 4 jam. Pffuuhh….Aje Gileee.. Dari hasil pantauan, dengar2 sekarang tol jembatan tiga ex kebakaran masih belum selesai diperbaiki…. Gilee…. ye… kemana aja tuh pengelola jalan tol… udah lebih satu setengah tahun sejak kebakaran masih belum kelar2 juga… padahal kalau macet, kita tetap bayar tol kan ya, terlebih lagi rute tsb rute ke bandara internasional. Teman2 saya disini yang punya bisnis trpi ke Indonesia kadang juga suka mengeluh dengan kemacetan tsb. Kembali lagi ke Bangkok, disini rute dari rumah ke kantor saya kurang lebih 61 km, dan itu ditempuh dengan hanya 50 menit sampai satu jam di jalan tol yang mulus dan nyaman dan bebas macet…

The Spirit House

Di Thailand, Buddha merupakan kepercayaan yang dianut mayoritas masyarakat di negara ini. Secara umum mereka saat taat dengan agama yang dianutnya, dan di Thailand, agama dan adat istiadat sudah menjadi satu , dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagai kegiatan seremonial, pembukaan gedung, peresmian acara selalu dilakukan dengan upacara keagaamaan. Salah satu yang tidak lepas dalam acara peresemian adalah pembukaan spirit house. Spirit House adalah sebuah bentu minitatur bangunan yang terletak di rumah, kantor atau gedung seperti di gambar. Seorang biksu akan memimpin pelaksanaan spirit house ini diikuti oleh para orang yang dihormati, bisa pejabat, direktur, tergantung dimana lokasi spirit house ini berada. Apa makna dari Spirit House ini? Orang Thailand percaya, di manapun kita berada, di tanah tempat kita berdiam, pasti ada “penunggunya”, jadi mereka meminta berkah kepada para “penunggu” dengan membangunkan spirit house. Diharapkan dengan memberikan rumah bagi para “penunggu”, semua kegiatan yang dilakukan selalu berhasil dan terhindar dari bencana.

Spirit House ini juga harus dirawat, setiap pagi ada petugas yang teratur untuk mengganti bunga, makanan, dan minuman yang diletakkan di tempat ini. Selain itu, bagi penganut yang fanatik, setiap lewat spirit house ini tidak boleh leat begitu saja, harus mengucapkan salam dengan mengatupkan kedua tangan. Bahkan tidak jarang juga saya lihat orang2 yang berdoa di depan spirit house ini setiap pagi. begitulah secuil budaya di negara ini.