Jalan Jalan & Belanja Ke Bangkok Thailand Rotating Header Image

Budaya Thailand

Loy Krathong Festival Di Sungai Chao Phraya

Di post sebelumnya, ada cerita tentang Loy Krathong kecil2an. Tampaknya jurang seru kalau belum melihat suasana Loy Krathong yang sesungguhnya. Sebenarnya banyak tempat yang merayakan loy krathong, selama ada air, pasti bisa, karena akan digunakan untuk melabuhkan rakit yang dihiasi bunga2an. Namun belum shahih kalau tidak mengunjungi pusat perayaan Loy Krathong, dimana lagi kalau bukan di Sungai Chao Phraya. Bersama teman2 expatriat lain dan keluarga, kami pun meluncur menuju sungai chao phraya melalui Skytrain dan turun langsung di Pier Chao Phraya di Saphan Taksin. Kita sengaja memilih Skytrain untuk menghindari kemacetan yang sudah terjadi dari sore karena perayaan ini.

Sampai di pinggir sungai Chao Phraya sudah penuh sesak, masyarakat lokal dan turis mancanegara bercampur baur menjadi satu. Setelah membeli tiket 100 baht per orang, kita pun mulai berlayar . Selama perjalanan banyak sekali pemandangan yang menarik, perahu2 yang dihias warna warni, dan aneka pertunjukan dan pagelaran seni budaya yang digelar di sepanjang sungai.

Sampai di depan Istana Grand Palace, perahu berhenti, para penumpang pun dipersilahkan untuk melepaskan krathong (rakit) nya ke sungai. Sebelum melepaskan krathong, mereka pun mengucapkan suatu permintaan yg diharapkan akan jadi kenyataan.

Setelah selesai melepas krathong, pertahu pun berbalik arah dan kembali ke tempat semula. Perjalanan selama satu jam itu sangat asik dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Versi english by Google Translate, kadang gak nyambung, but OK lah..

In the previous post, there is the story of the Loy Krathong . Tampaknya jurang seru kalau belum melihat suasana Loy Krathong yang sesungguhnya. It looks cool canyon view, if not the atmosphere Loy Krathong indeed. Sebenarnya banyak tempat yang merayakan loy krathong, selama ada air, pasti bisa, karena akan digunakan untuk melabuhkan rakit yang dihiasi bunga2an. In fact many places that celebrate Loy krathong, while there is water, must be, because it will be used to melabuhkan raft decorated bunga2an. Namun belum shahih kalau tidak mengunjungi pusat perayaan Loy Krathong, dimana lagi kalau bukan di Sungai Chao Phraya. But not shahih if not the center of the Loy Krathong, which, if not more in the Chao Phraya River. Bersama teman2 expatriat lain dan keluarga, kami pun meluncur menuju sungai chao phraya melalui Skytrain dan turun langsung di Pier Chao Phraya di Saphan Taksin. Together teman2 expatriat and family, we were to glide through the Chao Phraya river Skytrain and get off at Pier Chao Phraya in the Saphan Taksin. Kita sengaja memilih Skytrain untuk menghindari kemacetan yang sudah terjadi dari sore karena perayaan ini. Skytrain We deliberately chose to avoid the bottlenecks that have occurred because of the celebration this afternoon.

Sampai di pinggir sungai Chao Phraya sudah penuh sesak, masyarakat lokal dan turis mancanegara bercampur baur menjadi satu. Until the Chao Phraya river bank is crowded, the local people and foreign tourists mingled mixed into one. Setelah membeli tiket 100 baht per orang, kita pun mulai berlayar . After buying tickets for 100 baht per person, we also began to sail. Selama perjalanan banyak sekali pemandangan yang menarik, perahu2 yang dihias warna warni, dan aneka pertunjukan dan pagelaran seni budaya yang digelar di sepanjang sungai. During the trip a lot of scenery, interesting perahu2 decorated Warni color, and a variety show and a cultural art that was held along the river.

Sampai di depan Istana Grand Palace, perahu berhenti, para penumpang pun dipersilahkan untuk melepaskan krathong (rakit) nya ke sungai. Up to the Grand Palace in front of the Palace, the boat stops, the passengers are also to release krathong (raft) to its rivers. Sebelum melepaskan krathong, mereka pun mengucapkan suatu permintaan yg diharapkan akan jadi kenyataan. Before the release krathong, say they expected a request will be a reality.

Setelah selesai melepas krathong, pertahu pun berbalik arah dan kembali ke tempat semula. After you have finished removing the krathong, pertahu any direction and turn back to where they are. Perjalanan selama satu jam itu sangat asik dan sangat sayang untuk dilewatkan. Travel for one hour is very cool and very dear to miss.

Wedding Party ala Thailand

Minggu lalu, saya mendapat undangan untuk menghadiri pernikahan rekan kerja, kebetulan kedua pengantin sama2 teman di kantor. Hmm.. senang juga nih, mau melihat pernikahan ala thailand. Dengan style batik khas Indonesia, kami bersama teman2 expatriate pun meluncur menuju lokasi di hotel Novotel. Ternyata harapan untu melihat pernikahan khas thailand tidak sepenuhnya terpenuhi. Pesta di pinggir kolam renang lebih banyak bernuansa barat dan umumnya seperti pesta-pesta pernikahan di Indonesia.

Namun ada beberapa hal yang unik, pengantin berdiri di depan pintu dan menunggu para tamu, setelah acara dimulai, pengantin pun menuju panggung, membawakan lagu dan diikuti dengan pidato dari orang yang dituakan. Setelah acara formal selesai, sang penganti pun turun ke bawah untuk beramah tamah dengan para tamu. Saya jadi mikir, bukannya sang penganti adalah raja sehari dan harus duduk di singgasana? Ah itu pesta yang masih bernuansa tradisional Indonesia ya, mungkin di jakarta pesta bagi sebagian kalangan juga sudah seperti ini.

Hmm.. begitulah sekelumit pengalaman menghadiri pesta pernikahan di thailand.