Jalan Jalan & Belanja Ke Bangkok Thailand Rotating Header Image

Bangkok

Panthip Plaza

Bagi para penggemar IT, komputer, atau barang2 elektronik lainnya, yang biasa berburu ke Glodok, maka Bangkok juga punya plaza yang khusus berjualan barang2 IT, komputer dan sejenisnya. Namanya Panthip Plaza, lokasinya terletak di Petchaburi Road, persis di sebelah Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok. Apa aja yang dijual disini, gak ada yang aneh deh, jika anda sudah pernah ke Glodok, Roxy, Cempaka Mas, atau tempat2 jualan2 komputer lainnya di Jakarta, isinya sama. Mulai dari komputer rakitan, built up, laptop, peripheral. RAM, hard disk, Monitor, Laptop dsb. Selain komputer juga ada kamera, dan sedikit counter HP. Jika anda membeli komputer bisa langsung diinstalkan OS-nya. Seperti di Indonesia, OS disini juga bukan original atau bajakan, orang thailand menyebutnya COPY CD. Berapa harga barang disini?, tidak jauh beda dari Indonesia, jadi sama aja, karena memang barang2 tsb juga impor dan bukan produksi di negeri mereka sendiri . Selain itu kalau membeli laptop atau komputer, di keyboardnya selain huruf latin ada huruf thailand juga. Oh ya…. untuk CD-CD bajakan (mereka menyebutnya copy) juga banyak disini, tapi harganya ya ampun..mahal banget 100 baht ( 30 rb rupiah), beda banget ya ama di Jkt, 30 rb udah dapat 5-8 CD kali. Untuk mencapai tempat ini anda bisa naik taksi, dan biasanya nih… supir taksi enggan untuk mengantar ke daerah ini karena macetnya cukup menjengkelkan meskipun di hari libur, karena di depannya ada komplek Pratunam dan Platinum, itu komplek pertokoan tekstil grosiran (tentang pratunam dan platinum akan saya bahas belakangan). Di hari libur banyak para pedagang kain datang kesini baik dari lokal ataupun mancanegara, sehingga jalanannya macet. Jika tidak menemukan supir taksi yang mau mengantar, bisa naik Skytrain dan turun di stasiun Ratchatewi, dari situ bisa jalan kaki kira2 300-400 meter.

Ternyata Macet di Bangkok Masih Biasa

Jalan di BangkokBeberapa tahun yang lalu, saya pernah mendengar di TV atau membaca di koran, kalau Bangkok adalah kota yang lalu lintasnya paling macet dan terpolusi di dunia bersama Mexico. Tapi itu dulu boooo….. Sekarang?…. Masih macet sih… cuman… cuma… lagi lagi kalau dibandingin ama Jakarta, ibukota kita yang sangat kita cintai…. kemacetan di Bangkok masih dalam skala yang wajar bagi kota-kota besar di dunia. Kemacetan di Bangkok hanya berputar di pusat kota… terutama daerah sukhumvit dari pagi dan sore hari, ada sih sedikit imbasnya ke dalam tol, tapi masih dalam tahap rame lancar. Jika pun macet, kita masih bisa memperkirakan berapa jauh macetnya, dan bagi yang males bermacet2 ria karena capek atau mahal di bensin ( disini skrg harga bensin seliter kira 39 baht = 12 ribu rupiah) bisa memilih angkutan massal seperti skytrain (kereta gantung) atau MRT (kereta bawah tanah). Di Jakarta bo… gile… dulu saya tiap pagi rute saya dari rumah… karawaci… sunter…. lewat tol tangerang, dan ancol… menu santapan sehari2 adalah macet meruya tomang.. kurang lebih 6 km… skrg gak tau.. masih segitu panjangnya apa udah nambah….. lepas dari tomang ke sunter udah lancar…lewat tol loh ya…. rute 40 km biasanya saya tuntaskan dalam waktu 1,5 jam dengan naik bis umum, kalau pulangnya kadang2 sedikit berdoa, agar tidak kena macet di Grogol di depan Citra Land, kalau gak macet nih dan dapet tebengan, dalam 1 jam sudah sampai di rumah…Lagi2 itu dulu….. Sejak terjadi kebakaran di bawah tol jembatan tiga…. rute pulang sunter karawaci serasa rute neraka. Kemacetan panjang sudah tersaa sejak dari ancol… apalagi kalau mau weekend…. bisa macet dari sunter pas masuk tol. Sunter Karawaci bisa ditempuh dengan 3 jam, atau kalau macet lagi gila2nya bisa 4 jam. Pffuuhh….Aje Gileee.. Dari hasil pantauan, dengar2 sekarang tol jembatan tiga ex kebakaran masih belum selesai diperbaiki…. Gilee…. ye… kemana aja tuh pengelola jalan tol… udah lebih satu setengah tahun sejak kebakaran masih belum kelar2 juga… padahal kalau macet, kita tetap bayar tol kan ya, terlebih lagi rute tsb rute ke bandara internasional. Teman2 saya disini yang punya bisnis trpi ke Indonesia kadang juga suka mengeluh dengan kemacetan tsb. Kembali lagi ke Bangkok, disini rute dari rumah ke kantor saya kurang lebih 61 km, dan itu ditempuh dengan hanya 50 menit sampai satu jam di jalan tol yang mulus dan nyaman dan bebas macet…

The Spirit House

Di Thailand, Buddha merupakan kepercayaan yang dianut mayoritas masyarakat di negara ini. Secara umum mereka saat taat dengan agama yang dianutnya, dan di Thailand, agama dan adat istiadat sudah menjadi satu , dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagai kegiatan seremonial, pembukaan gedung, peresmian acara selalu dilakukan dengan upacara keagaamaan. Salah satu yang tidak lepas dalam acara peresemian adalah pembukaan spirit house. Spirit House adalah sebuah bentu minitatur bangunan yang terletak di rumah, kantor atau gedung seperti di gambar. Seorang biksu akan memimpin pelaksanaan spirit house ini diikuti oleh para orang yang dihormati, bisa pejabat, direktur, tergantung dimana lokasi spirit house ini berada. Apa makna dari Spirit House ini? Orang Thailand percaya, di manapun kita berada, di tanah tempat kita berdiam, pasti ada “penunggunya”, jadi mereka meminta berkah kepada para “penunggu” dengan membangunkan spirit house. Diharapkan dengan memberikan rumah bagi para “penunggu”, semua kegiatan yang dilakukan selalu berhasil dan terhindar dari bencana.

Spirit House ini juga harus dirawat, setiap pagi ada petugas yang teratur untuk mengganti bunga, makanan, dan minuman yang diletakkan di tempat ini. Selain itu, bagi penganut yang fanatik, setiap lewat spirit house ini tidak boleh leat begitu saja, harus mengucapkan salam dengan mengatupkan kedua tangan. Bahkan tidak jarang juga saya lihat orang2 yang berdoa di depan spirit house ini setiap pagi. begitulah secuil budaya di negara ini.

Bahasa Thailand Ternyata Susah Juga

Ini persepsi yang salah dari saya tentang Thailand dari dulu. Sebagai sesama negara ASEAN dan letaknya gak jauh2 amat, saya kira bahasa Thailand juga gak beda2 amat sama Indonesia dan Malaysia, jadi kalau tinggal di negeri itu saya akan bisa belajar bahasanya dengan mudah. Ternyata dugaan saya amat-amat jauh meleset dari kenyataan. Thailand adalah negeri yang bahasanya sangat berbeda dengan bahasa Indo atau Malay, dan parahnya lagi, selainnya bahasanya beda, tulisannya juga bukan tulisan latin. Oh My God,…. puyeng deh saya ketika baru nyampe di Bangkok. Mau tau tulisan thailand seperti apa?..kayak bahasa sansekerta, jadi kalau pernah lihat tulisan di prasasati atau candi2 , ya mirip seperti itulah.

Coba lihat gambar di atas. Itu adalah contoh salah satu tulisan di Thailand. Memang sih , sebagai kota turis, di bangkok banyak juga petunjuk dalam bahasa Inggris, tapi tetap aja dalam kehidupan sehari2 banyak menghadapi menemui tulisan2 seperti itu. Kalau belanja di supermarket atau di tempat lain, bon-nya akan dicetak dalam bahasa thailand, saya gak akan bisa ngecek, bon itu benar apa tidak. Di kantor, banyak juga petunjuk, buku, majalah dalam bahasa thailand.

Bahasa Thailand punya struktur mungkin mirip dengan bahasa arab. Suatu tulisan bisa sama dalam bahasa latin, tapi jika salah pengucapannya, maka artinya akan beda, seperti “ma” yang artinya bisa datang, anjing atau kuda. Selain itu orang thailand juga membaca “r” dengan “l”. jika menyebut kata “different” maka terdengarnya ” diffelent”. jadi jika mereka menyebut “leng” dalam bahasa inggris, bisa jadi yang dimaksud “length (panjang) ” atau “range (kisaran)”, jika mereka menyebut “long”, bisa jadi “long (panjang) atau “wrong” (salah), tergantung konteks kalimatnya. Selain itu jika huruf akhir konsonan “s”, maka akan dibaca “t”, seperti bussines, dibaca ” bisnit”, finish dibaca ” finit”. Ya begitulah, awalanya saya susah juga mengerti, lama2 jadi terbiasa juga. He..he…

Kuliner : Selalu Ada Ikan Bakar di Bangkok

Bagi anda penggemar makanan yang dibakar alias dipanggang, Bangkok merupakan salah satu tujuan yang mungkin pas. Banyak sekali penggemar makanan bakar di sini, mulai dari ikan, ayam, daging, hingga seafood seperti udang, kepiting, cumi dan rajungan. Umumnya pedagang makanan panggang disini menjual memakai gerobak seperti tukang bakso atau sate di Indonesia. Banyak juga dari mereka mangkal di pinggir jalan, dan tiap waktunya makan siang, pasti ludes diserbu para pembeli. Mengenai rasa untuk makanan jalanan ini cukup enak lah…. beda dengan ayam panggang di restoran padang atau sate ayam madura yang penuh dengan bumbu, ikan bakar di bangkok bumbunya sangat sederhana, cukup ditaburi dengan garam saja, terus dipanggang, tapi tidak berarti rasanya kurang maknyuss….. meskipun cuma pakai garam rasanya nendang juga dan mantap untuk seporsi makan siang. Cuma yang namanaya makanan pinggir jalan ya… bagi yang sangat mementingkan kehigienisan…ya nggak masuk… tapi sekali2 bolehlah… khobkhun kap…..