Ada satu hal unik lagi di jalan raya bangkok dan sekitarnya. Unik tapi menjengkelkan bagi pengendara lain. Jika ada tabrakan dan tidak ada pihak yang mengaku bersalah, maka mobil yang terlibat accident tidak akan dipinggirkan sampai petugas asuransi atau polisi tiba. Meskipun posisi mobil ada di tengah jalan dan menghambat pengendara lain, yang tentu saja membua kemacetan yan sangat parah, apalagi jika terjadi di tengah kota dan pada jam-jam sibuk.
Saya terkesan dengan kesabaran orang-orang thailand untuk menerima kondisi itu. Jika kondisi ini terjadi di jakarta, barangkali mobil sudah ditimpuki dan disumpahi para pengendara lain yang terimbas kemacetan.
Untuk masalah kedisiplinan berkendara, tabiat pengemudi di bangkok dan jakarta hampir sama. Apalagi pengemudi angkutan umum dan tuk tuk, sering mengemudi kencang, ugal-ugalan, dan tidak mau mengalah. Pernah suatu kali teman saya naik Tuk-Tuk yang berjalan sangat kencang, dia meminta sopir tuk-tuk untuk lebih berhati-hati. Dengan santainya sang sopir berkata “Kalau mau hati-hati, tarifnya naik dua kali lipat
“.
Tapi ada sedikit yang beda dengan jakarta, yaitu bunyi klakson. Semacet-macetnya jalan, sekesal-kesalnya di jalan, hampir tidak pernah ada bunyi klakson dari para pengemudi.
Ya, itulah sekelumit kisah dari jalan raya Bangkok.

