Bila ada acara wisata dan dihadapkan pada dua pilihan, gunung apa pantai, saya lebih sering memilih gunung. Gak tau kenapa, tapi memang saya lebih suka udara pegunungan yang dingin dan sejuk dibandingkan dengan udara di pantai yang panas. Mungkin karena dari lahir saya tinggal di pegunungan dan sebagian besar hidup saya dihabiskan di dataran tinggi, tubuh saya sudah beradaptasi. Paling tidak, selama ini saya berkelana dan hidup di tiga gunung. Pertama , tentu saja di tempat saya di lahirkan dan dibesarkan. Di sebuah kampung kecil, di gugusan pegunungan bukit barisan. Namanya Situjuh Tungkar, terletak kira-kira 100 km ke arah timur laut kota Padang, dekat perbatasan propinsi Sumbar dan Riau, dan kalau dilihat di Peta, letaknya kurang lebih pas di garis khatulistiwa. Tempat ini sangat indah, karena berada di pegunungan, daerah dataran yang rata sangat sedikit. Kalaupun ada, sawah, itu dibuat dengan berundak. Rumah saya saja berada di pinggir tebing, yang mempunyai hamparan pemandangan yang ciamik. Tidak jauh dari situ, jika turun ke bawah ada sungai kecil yang airnya jernih dan biasanya saya dan teman2 masa kecil suka mandi disana. Gunung kedua yang saya tinggali adalah Kota Magelang, tepatnya di daerah Mertoyudan, di pinggir jalan dari Magelang ke Purworejo. Terus terang kota ini luar biasa dari segi geografis dan keindahan alamnya, kadang dikenal juga dengan nama lembah tidar, terletak di kaki Gunung Sumbing, Merapi dan Sundoro. Tiga tahun saya berdiam disini saat bersekolah di SMA Taruna Nusantara. saya sangat menikmati pemandangan dan udaranya yang sangat sejuk. Ketika harus bangun pagi berolahraga, kemudia apel pagi, hamparan
Gunung Sumbing yang tampak gagah seakan2 sebagai dinding yang melindungi, terasa sangat2 indah yang kadangkala diselimuti awan putih. Di bagian sebaliknya terhamparan, pemandangan gunung Merapi dan Merbabu, dan Sundoro. Lepas dari kawah candra dimuka Lembah Tidar, Saya menuju ke Lembah Gunung Tangkuban Parahu, tepatnya Bandung untuk menuntut ilmu di ITB. Bandung merupakan kota yang punya geografis yang sangat indah. Kombinasi kehidupan kota yang maju dan modern, dengan alam pegunungan dan pedesaan, membuat kota ini merupakan tempat yang sangat enak ditinggali. Apalagi ang masih di pinggiran kota dan kearah utara, seperti dago utara dan sekitarnya… hmm pemandangannya luar biasa. Hmmm… itulah pegunungan yang pernah saya jajali, dan suatu saat saya akan kembali untuk tinggal dan meneap di Gunung.
Foto : Situjuh Tungkar, Kampung Halamanku.


ehm ehm kalo udah nulis tentang pegunungan, romantismenya langsung keluar deh
urang tungka yo…pak…
ankt bra..?
sama dong mas.sy juga seneng hawa yang ga panas tapi agak sedikit dingin2 gitu.Diantara 4 musim ditempat sy tinggal skrg,saya lebih suka musim semi dan musim gugur…aplg sy tinggal di desa nih,natur-nya masih berasa
Assalamu’alaikum
Mas saya Lala dari Bandung. Saya lagi nulis novel ttg dunia jurnalis. Dalam ceritanya tokoh utama saya sedang bepergian ke Thailand. Masalahnya saya belum pernah kesana. Jika berkenan saya minta bantuan mas. Saya ingin minta pendapat mas ttg tempat paling indah dan masih tak terjamah modernitas di Thailand sana. Juga mungkin ada budaya atau kebiasaan unik yang perlu saya ketahui ttg wilayah itu. Dalam bayangan saya tempatnya mungkin seperti pegunungan. Bantuan mas sangat berharga untuk saya. Terimakasih perhatiannya.
My email : xxxxxx@yahoo.com