Di awal-awal ketika baru datang dulu, salah satu tempat yang saya cari adalah supermarket untuk membeli kebutuhan sehari2, mulai dari barang2 kelontong, makanan, sayur2an hingga buah2an. Terlebih lagi, sebagai seorang muslim saya harus memastikan makanan yang dibeli adalah halal. Ada dua supermarket yang cukup besar di dekat apartemen saya yaitu Tesco Lotus dan Tops, yang pertamalebih mirip hipemarket sih dan yang kedua baru supermarket, lengkapsih barang yang dijual, namun untuk makanan basah saya tetap mengalami kesulitan, terutama daging, karena daging yg banyak dijual adalah daging babi, untuk daging sapi saya juga tidak bisa memastikan apa itu disembelih secara halal atau tidak, namun kadang kala kalau lagi beruntung saya bisa menemukan daging sapi yang ada label halalnya.
Setelah dua bulan disini, hasil jalan2,muter2 dan tanya sana sini, akhirnya saya menemukan pasar tradisional
yang bagus. Pasarnya bersih dan rapi, mungkin bisa dibandingkan dengan pasar moder BSD atau pasar Sinpasa di Gading Serpong. Harga barangnya lebih murah dari supermarket dan tentu saja lebih segar. Apa aja isi pasar disini? Hampir semua sama dengan di indonesia, ada sayur2an, buah2an, daging, ikan, ayam dsb, mulai dari pete hingga jengkol..dari bayam hingga rebung…dari daging hingga seafood. Untuk yang muslim, jangan khawatir, semua penjual daging sapi disini adalah muslim dan berjilbab, dan sapi juga dipotong secara islam, begitu juga penjual ayam, banyak dari mereka yang muslim dan menjual daging ayam halal. Harga2nya juga bisa ditawar kok, namun untuk berbelanja disini harus siap dengan bahasa tarzan, karena umumnya mereka tidak mengerti bahasa inggris, biasanya tawar menawar dengan menuliskan di kalkulator atau di buku. Jika anda mengerti sedikit angka2 thailand tentu lebih baik..satu …dua…tiga… neng…song..sam… seratus…neng roi… dst. Harga daging sapi kira2 20rb sekilo, udang jerbung 60 rb sekilo, kepiting 90 rb sekilo, jika dibandingkan dengan beli di restoran, harga di pasar ini mungkin cuma sepertiganya. Rata2 untuk harga makanan hampir sama dengan di Indonesia.


Lebih tepatnya, kalo saya yang pake bahasa tarzan kalo pas ke pasar sendirian, heboh dengan kalkulator dan jari-jari tangan. Lah kalo pak ade itu jagooo lho bahasa thainya, suka pake nawar lagi…cie cieee pamer bahasa thai niih ke istri….Tapi aku jg walau pake bahasa tarzan, teuteuppp smangat nawar adaaaa…namanya juga ibu-ibu hehe
waaa…thanks infonya. helpful banget pak
Oya’ itu alamatnya dimana yah?..
Thx yah..
Mbak Astri.
di bangkok banyak sekali pasar tradisional, di tiap sudut mungkin ada, kalau yang di dekat tempat tinggal saya di jalan rama III.