Hmmm….akhirnya sampai juga saya pada episode yang sangat tidak saya sukai, baik di Indonesia ataupun selama di Bangkok. Apa itu?.. berobat ke dokter. Ini adalah kegiatan yang paling tidak ingin saya lakukan tapi harus dikerjakan. Siang ini, sudah 3 hari si kecil cantikku arina terkena demam. Panasnya gak mau turun kecuali kalau dikasih obat panas. Arina sakit memang menjadi pikiran bagi saya dan istri, mengingat trauma akan pengalaman sebelumnya dimana Arina sempat di operasi (nanti deh ceritanya ya), aku tidak mau lagi menganggap enteng apapun sakit yang diderita Arina. Ini juga pengalaman kami pertama kali untuk berdiskusi dengan dokter dlama bahasa inggris,waduh…dalam bahas indonesia aja kadang2 ama dokternya kagak
nyambung ya, apalagi in english. Akhirnya setelah tanya sana sini dan browsing di internet kami memutuskan untuk pergi ke BNH Hospital yang tidak begitu jauh dari apartemen. Sebuah rumah sakit internatiinal dan dokter2nya yang bisa berbicara dalam bahasa inggris. Dengan ongkos taksi 50 baht (Rp.15.000) dalam waktu 15 menit kamis sampai disana. Rumah sakitnya bagus dan bersih layaknya seperti hotel, mirip ama RS Omni di Alam Sutra. Di hari minggu ini pasiennya tidak begitu banyak, kami pun mulai masuk ke ruang dokter anak. Dokternya terlihat masih muda dan ramah, setelah berbasa-basi sejenak dokternya mulai bertanya tentang kondisi penyakit. Gak tau ya…kok rasanya beda ama dokter2 di Indonesia, kalau disini rasanya kok posisi kita sejajar ya antara dokter dan pasien layaknya seperti seorang penjual dan customernya. Kita bebas bertnaya dan melepaskan uneg2 dalam situasi yang kondusif. Tidak ada posisi menara gading seperti kebanyakan dokter2 di indonesia, tidak ada kesan untuk buru2 agak konsultasi segera selesai, setiap penjelasan dokter selalu diakhiri dengan kata2 “apakah sudah jelas”. Dokter juga menjelaskan secara runtun dengan bahasa inggris yang mudah dimengerti, jika ada itilah-istilah kedokteran dalam bahasa inggris ia akan menjelaskan lebih detail. Hmm…puas sekali rasanya, dan setelah hasil diagnosa arina terkena virus yang beterbangan di udara. Setelah selesai Arina diberi obat, dan jika belum ada perbaikan diminta datang lagi 2 hari kemudian. Berapa yang musti saya bayar untuk semua itu? kurang dari 1000 baht atau 300 ribu rupiah. Tarif dokter cuma 500 baht ( 150rb rupiah) dan sisanya obat2an. Cukup murah kan jika dibandingkan berobat ke Siloam atau Omni?……Berhubung saya masih diceover perusahaan ya so far OK2 aja.
…


emang puas puas puasss sama pelayanan dokternya. Kemaren kita bawa dua lembar halaman kertas yang isinya penuh pertanyaan, dan kita udah bilang, ‘doc we have lots of question today’. Dan dokternya dengan senyum ramah mempersilahkan kita bertanya dan juga dengan sabar menjawab satu per satu pertanyaan kita sampe bener-bener ngerti. Udah abis pertanyaan, masih tanya, do you still have question? Pfuihhh beda dengan dokter anak Arina di Jakarta/Serpong/Bandung yang kesannya ingin buru-buru dan ingin kita cepet keluar, ada sih nemuin yg bener-bener bagus, tapi ya itu kadang masih ada rasa sungkan untuk bertanya. Malah pernah ke dokter anak di Bandung,sekali masuk ke ruang praktek, langsung tiga anak diperiksa massal, saking banyaknya pasien si dokter itu. Gileeee, kok kaya periksa kambing yaaaa dok
Periksa juga cuman semenit langsung kasih resep, boro2 bisa nanya. Nah dokter anak di BNH ini malah bikin kita sangat terdorong untuk bertanya macam hal, berdiskusi tentang virus dan pencegahannya. Susternya juga ok banget, begitu Arina demam, langsung dibawa ke ruang treatment yg penuh dengan mainan dan boneka. Arina langsung dikasih obat sama suster dan dilap. Puas dehhh, kalo kaya gini, inginnya di bangkok terus lahh, gak usah pulang-pulang hehehe