Di tulisan sebelumnya saya pernah bercerita bahwa bangkok adalah kota yang aman. Ya, itu memang betul jika dibandingkan relatif dengan Jakarta. Tapi jangan sampai terlena dengan symtomp ini, di negara yang paling ama sekalupun tetap aja ada orang jahatnya. Jadi kita tetap harus waspada dan tidak boleh lengah. Beberapa hari yang lalu saya mendapat cerita dua kejadian yang menimpa orang asing di apartemen saya, dan kedua kejadian berlangsung di Hipermarket Tesco Lotus.Yang Pertama, istri dari seorang rekan Indonesia, dompetnya hilang dicopet ketika belanja disana. Ya, sang ibu lagi lengah karena sibuk mengurus anak2nya, rupanya kesempatan itu dimanfaatkan oleh si copet. Yang kedua , ada orang australia, dia dipepet oleh lima orang ketika berbelanja, dompetnya melayang dan kartu kreditnya dikuras, dan kejadian terakhir ada orang dari Malaysia yang dirampok di taksi ketika pulang dari bandara di tengah malam hari, ia dirampok ketika menggunakan taksi murah dan tidak pada tempatnya. Jadi tetap berhatilah2, jaga barang2 berharga milik anda, walaupun katanya kota Bangkok termasuk relatif aman.
June, 2008:
Ternyata Ada Juga Copet di Bangkok
Nasi Kebuli Ala Thailand
Di karawaci dulu tempat saya tinggal, ada sebuah warung yang menjual nasi kebuli. Biasanya di tiap hari sabtu dan minggu saya suka membeli nasi kebuli ini untuksarapan pagi, dan rasanya memang maknyuss… apalagi yang rasa kambing…benar-benar mantap di lidah. Penjual Nasi kebuli ini berasal dari Pattani, Thailand dan sekarang sudah menetap di Indonesia. Saya heran juga, bukannya nasi kebuli ini asalnya dari Arab ya? Namun pertanyaan itu saya simpan dalam hati.
Dan disini pertanyaan itu terjawab, di kalangan komunitas masyarakat muslim di Thailand nasi kebuli merupakan salah satu menu favorit dan andalan mereka, jika anda pergi ke restoran muslim, umumnya mereka pasti punya menu ini, dan seperti durian monthong yang asli indonesia tapi sudah jadi punya thailand, nasi kebuli yang punya arab pun sudah jadi menu khasnya Thailand.
Rasanya? jangan ditanya, nasi kebuli made in thailand ini ternyata lebih makknyusss dibandingkan dengan yang saya punya di karawaci, rasa kambingnya nendang banget… belum lagi sambelllnya… muuuaannnteeeppp tenan. Tapi dari beberapa kali wisata kuliner yang saya jalanin, tidak semua restoran nasi kebuli yang enak, salah satu tempat yang enak adalah di foodcourt siam paragon , namun porsinya sedikit dan agak mahal,saya juga pernah mencoba di chatuchak weekend market, wah kalau yang disini gak enak dan mahal. Ada satu tempat favorit saya di daerah Bangplee dekta kantor lama saya, biasanya setiap jumat abis sholat jumat, saya melakukan makan siang disini.
Selalu Ada Air Es di Bangkok
Anda rentan atau punya masalah dengan radang tenggorokan? Hati-hati jika anda berada di Thailand, ya, saya juga mengidap masalah itu. Salah satu biang keladi penyebab radang tenggorokan adalah jika minum minuman dingin. Di Budaya Thailand, rasanya tidak maknyuss atau tidak afdol jika minum tidak pakai essss. Coba aja anda ke tempat makan mulai dari pinggir jalan hingga di mall, minuman yang disajikan pasti full of ice. Saya sendiri jadi bingung, ini orang2 gak pada kena radang tenggorakan kan apa ya, melihat satu gelas gede air atau teh atau sirup atau minuman bersoda, pasti selalu penuh dengan es menjulang.
Di kantin di kantor saya, tempat air minum merupakan sebuah mesin pendingin raksasa, yang airnya dingin memdekati titik beku, dan itu belum cukup, di sampingnya terdapat sebuah kotak besar yang penuh dengan balok-balik es. Saya pernah coba tanya ke teman2 disini, mereka bilang itu memang sudah biasa, seperti orang jawa kalau makan tanpa kerupuk gak afdol, atau orang sunda makan tanpa lalap kurang maknyuss…. dan tidak peduli, baik di daerah panas atau dingin, semunya FULL OF ICE.
Durian Monthong Yang Mak Nyussss Pemirsa
Durian Monthong…siapa sih yang gak kenal..dan siapa sih yang gak ngiler…. Di Jakarta saja tiap sabtu minggu saya selalu mengintip iklan di koran apakah ada sale durian monthong di carrefour atau hypermart. Memang jika dibeli pas lagi gak sale, cukup berat di kantong, tapi gimana lagi..emang top banget ya nggak….dagingnya tebal dan rasanya manis banget.
Berhubung lagi berada di negeri pengekspor durian monthong nih… saya mencoba berburu durian monthong di Bangkok. Di pasar tradisional seperti yg saya ceritakan sebelumnya, ada penjual durian yang duriannya selalu mengundang saya untuk mencicipinya. Harganya cukup murah sih jika dibandingkan di Indo, rata2 40 baht per kilo atau kira2 12ribu rupiah. Mahal gak sih?… gak kan ya… kalau di carrefour harga durian monthong rata 30rribu…kalau lagi diskok paling banter 19rb. Coba deh lihat gambarnya di atas, gimana maknyusss kan?…. Nah kalau di indonesia orang lebih suka mencari durian yang matang, disini tidak, mereka lebih suka durian yang hampir matang… jadi dagingnya masih agak2 keras gitu….. Untuk durian yang udah matang, harganya akan turun dan lebih murah…..
Pada tau gak sih… durian dalam bahasaThailand disebut apa? ya tetap durian, karena ternyata pemirsa,
durian itu bukan asli buah2an dari Thailand. Konon katanya dulu, Durian dibawa dari Indonesia dan dicoba dtanam di Thailand, dan hebatnya lagi mereka melakukan riset untuk mencari produk durian yang unggul, dan akhirnya lahirlah durian monthong ini dan kembali di ekspor ke negara asalnay indonesia dengan harga yang sangat mahal. Yah begitulah pemirsa…..
Pasar Tradisional di Bangkok
Di awal-awal ketika baru datang dulu, salah satu tempat yang saya cari adalah supermarket untuk membeli kebutuhan sehari2, mulai dari barang2 kelontong, makanan, sayur2an hingga buah2an. Terlebih lagi, sebagai seorang muslim saya harus memastikan makanan yang dibeli adalah halal. Ada dua supermarket yang cukup besar di dekat apartemen saya yaitu Tesco Lotus dan Tops, yang pertamalebih mirip hipemarket sih dan yang kedua baru supermarket, lengkapsih barang yang dijual, namun untuk makanan basah saya tetap mengalami kesulitan, terutama daging, karena daging yg banyak dijual adalah daging babi, untuk daging sapi saya juga tidak bisa memastikan apa itu disembelih secara halal atau tidak, namun kadang kala kalau lagi beruntung saya bisa menemukan daging sapi yang ada label halalnya.
Setelah dua bulan disini, hasil jalan2,muter2 dan tanya sana sini, akhirnya saya menemukan pasar tradisional
yang bagus. Pasarnya bersih dan rapi, mungkin bisa dibandingkan dengan pasar moder BSD atau pasar Sinpasa di Gading Serpong. Harga barangnya lebih murah dari supermarket dan tentu saja lebih segar. Apa aja isi pasar disini? Hampir semua sama dengan di indonesia, ada sayur2an, buah2an, daging, ikan, ayam dsb, mulai dari pete hingga jengkol..dari bayam hingga rebung…dari daging hingga seafood. Untuk yang muslim, jangan khawatir, semua penjual daging sapi disini adalah muslim dan berjilbab, dan sapi juga dipotong secara islam, begitu juga penjual ayam, banyak dari mereka yang muslim dan menjual daging ayam halal. Harga2nya juga bisa ditawar kok, namun untuk berbelanja disini harus siap dengan bahasa tarzan, karena umumnya mereka tidak mengerti bahasa inggris, biasanya tawar menawar dengan menuliskan di kalkulator atau di buku. Jika anda mengerti sedikit angka2 thailand tentu lebih baik..satu …dua…tiga… neng…song..sam… seratus…neng roi… dst. Harga daging sapi kira2 20rb sekilo, udang jerbung 60 rb sekilo, kepiting 90 rb sekilo, jika dibandingkan dengan beli di restoran, harga di pasar ini mungkin cuma sepertiganya. Rata2 untuk harga makanan hampir sama dengan di Indonesia.
